TENGGARONG – Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat setiap tahunnya. Hingga Mei 2025, tercatat 558 kasus DBD tersebar di 20 kecamatan, dengan satu kasus kematian. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat dengan meluncurkan program vaksinasi dengue bagi anak-anak.
Langkah ini dilakukan setelah Kukar menerima 3.116 dosis vaksin dengue dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim). Vaksinasi menyasar siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) di Tenggarong, yang dipilih berdasarkan wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.
Empat SD yang menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi antara lain:
- SDN 028 Tenggarong (sebagai sekolah pertama pelaksana),
- SDN 001 Tenggarong,
- SDN 003 Tenggarong,
- SDN 011 Tenggarong,
serta SDN 037 Tenggarong sebagai sekolah cadangan.
“Karena kasus DBD selalu ada dan bahkan sudah ada yang meninggal dunia, maka vaksin ini menjadi langkah nyata untuk pencegahan,” ujar Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, Rabu (23/7/2025).
Ia menyebut, vaksin dengue yang diberikan memiliki efektivitas tinggi dan sangat disarankan untuk dimanfaatkan, apalagi diberikan secara gratis.
“Vaksin ini termasuk kategori vaksin pilihan, artinya berbayar jika dilakukan mandiri. Namun untuk saat ini kita gratiskan. Ini bentuk perlindungan yang nyata untuk anak-anak kita,” lanjutnya.
Data Dinkes Kukar mencatat lima kecamatan dengan kasus DBD tertinggi:
- Kecamatan Tenggarong: 116 kasus
- Kecamatan Samboja: 89 kasus
- Kecamatan Tenggarong Seberang: 51 kasus
- Kecamatan Muara Jawa: 49 kasus
- Kecamatan Muara Badak: 47 kasus
Dengan program vaksinasi ini, Kusnandar berharap para orang tua mendukung dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Selain sebagai bentuk pencegahan, vaksinasi juga menjadi langkah strategis dalam menekan penyebaran DBD yang selama ini masih menjadi momok di masyarakat.
“Vaksin ini pelindung. Sekarang kita perkuat masyarakat dengan intervensi vaksinasi ini,” tutup Kusnandar. (ADV)
Editor: Robbi



