Kartu Penajam Cerdas untuk Ringankan Beban Orang Tua, Wabup PPU: Jangan Ada Anak Tertinggal Sekolah karena Ekonomi

PPU – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin menegaskan komitmen pemerintah daerah agar tidak ada anak di PPU yang tertinggal pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Waris turun langsung meninjau penyaluran Program Kartu Penajam Cerdas (KPC) di SD Negeri 001 Kecamatan Waru, Senin (22/12/2025), untuk memastikan bantuan pendidikan tersebut benar-benar diterima siswa yang berhak.

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan langsung pemerintah daerah agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai tujuan awal, yakni meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus mendukung kebutuhan sekolah peserta didik sejak dini.

Program Kartu Penajam Cerdas merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten PPU dengan pihak perbankan yang telah dilaksanakan secara bertahap sejak 16 Desember 2025 di seluruh kecamatan. Sasaran program ini adalah siswa baru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Abdul Waris Muin menjelaskan bahwa setiap penerima KPC memperoleh bantuan dana sebesar Rp600.000 yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing siswa.

Baca Juga:   Semarak HUT RI ke-80 di IKN, Tanam 500 Pohon Metode Miyawaki di KIPP

“Dana yang kita masukkan ke rekening itu Rp600.000. Dana ini khusus untuk membeli kebutuhan sekolah, agar orang tua tidak lagi terbebani,” ujar Waris.

Melalui Program Kartu Penajam Cerdas, Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak pendidikan dasar, sekaligus memberikan perlindungan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, Program Kartu Penajam Cerdas merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak di PPU mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak Penajam Paser Utara yang tertinggal pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah,” tegas Waris.

Selain memastikan penyaluran berjalan baik, Waris juga mengingatkan para orang tua agar bantuan tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh anak-anak penerima.

“Gunakan dana ini sesuai tujuannya, untuk keperluan sekolah anak-anak kita. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.