Jalan Utama Semakin Padat, PPU Rancang Jalan Lingkar Luar dan Lingkar Dalam

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan rencana pembangunan jalan lingkar luar dan jalan lingkar dalam sebagai jalur alternatif selain jalan nasional. Dalam upaya untuk mengantisipasi risiko terputusnya akses utama, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap perencanaan awal. Dan akan difokuskan pada penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) serta detail engineering design (DED) pada tahun ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan rencana tersebut merupakan arahan langsung Bupati PPU, Mudyat Noor sebagai upaya mengantisipasi jika terjadi gangguan pada jalur utama.

“Pak Bupati itu berpikir, semisal Jembatan Tunan ini runtuh sampai kayak di Paser, mau lewat mana kita? Putus kita. Kalsel habis,” ujar Ryan, sapaan Petriandy belum lama ini.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi dasar pemikiran perlunya jalur alternatif di luar jalan nasional yang selama ini menjadi satu-satunya akses utama penghubung PPU dengan daerah lain. Termasuk penghubung jalur darat antara Kaltim-Kalsel-Kalteng hingga Kalbar.

Baca Juga:   Bakesbangpol Kaltim Bekali 100 Pelajar PPU dengan Wawasan Kebangsaan Calon Paskibraka

“Makanya beliau berpikir, kalau itu enggak bisa seperti itu, kita harus bangun jalan alternatif lainnya,” katanya.

Ryan menjelaskan, salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan jalan lingkar luar dengan melanjutkan Coastal Road hingga ke wilayah pesisir Babulu.

“Pak Bupati itu punya rencana, selain jalan nasional ini, kita punya jalan akses lingkar. Salah satunya nanti Coastal Road ini enggak hanya berhenti di Sesumpu, nanti akan terus sampai ke pesisir sampai lanjut ke Babulu laut,” ucapnya.

Selain lingkar luar, Pemkab PPU juga merencanakan pembangunan jalan lingkar dalam yang menghubungkan kawasan Sotek, Mariangau, Waru, hingga Babulu Barat.

“Nanti lingkar dalam ada lagi dari Sotek-Mariangau, tembus lewat Waru sampai ke Babulu. Itu nanti ada perencanaannya,” sebutnya.

Ia juga menegaskan bahwa rencana pembangunan jalan lingkar ini tidak terlepas dari peran PPU sebagai daerah penyangga IKN. Dengan adanya jalan lingkar luar dan lingkar dalam, Pemkab PPU berharap arus lalu lintas tidak lagi bertumpu pada satu jalur nasional, serta membuka akses pengembangan wilayah pesisir dan kawasan penyangga IKN.

Baca Juga:   Rudy Mas'ud Gelar Reses Sekaligus Sosialisasi 4 Pilar di PPU

“PPU kan enggak mungkin berkembang kalau kita enggak buka daerah pesisir dan Sotek. Sotek itu kan berdekatan dengan delineasi wilayah IKN,” ucap Ryan.

Ia menegaskan, pada tahun ini pemerintah daerah baru akan memulai tahapan perencanaan teknis. Petriandy menyebutkan, anggaran perencanaan masing-masing untuk FS dan DED diperkirakan sekitar Rp2 miliar.

“Tahun ini itu kita ada perencanaan besar. FS dan DED tahun ini kita laksanakan. FS dan DED itu satu-satu kegiatannya sekitar dua miliar,” jelasnya.

Terkait waktu realisasi pembangunan fisik, Ryan mengaku belum berani memastikan karena sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

“Kalau realisasinya kapan, saya enggak berani ngomong. APBD kita kan naik turun,” tutupnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.