IKN Terapkan Konsep Rewilding, Terinspirasi dari Keberhasilan Samboja Lestari

NUSANTARA – Semangat membangun ekosistem hutan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) rupanya terinspirasi dari konservasi satwa di Samboja Lestari. Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan konsep pembangunan IKN berorientasi pada rewilding, bukan sekadar pembangunan fisik.

Mantan Menteri PUPR itu kerap mencontohkan Samboja Lestari yang 15 tahun lalu hanya berupa lahan ilalang, namun kini berubah menjadi hutan belantara yang lebat dan penuh kehidupan. “Kami juga konsepnya forest city. Ini adalah rewilding, bukan deforestation. Mengembalikan hutan agar kembali liar. Kalau monokultur, tidak ada faunanya,” ujar Basuki baru-baru ini.

Ia meyakini langkah yang ditempuh OIKN sudah tepat. Melalui rewilding, ekosistem fauna akan terbentuk secara alami. Hal itu diwujudkan dengan gerakan tanam pohon rutin setiap dua minggu oleh ASN OIKN di kawasan KIPP. Hingga kini, IKN sudah memiliki 30 embung dan rencananya akan dibangun lagi 30 embung tambahan sebagai perwujudan konsep Sponge City. “We build small ponds. Now already been 30 small ponds,” jelas Basuki.

Baca Juga:   Komunitas Supermoto PPU Bagi-Bagi Takjil ke Pengendara

Samboja Lestari sendiri dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) sejak 2006. Lahan seluas 1.800 hektare itu dulunya adalah hamparan gundul, kemudian dibeli yayasan untuk direhabilitasi dan ditanami kembali. Kini, kawasan ini menjadi pusat rehabilitasi dan reintroduksi orangutan, dengan lebih dari 740 spesies pohon ditanam sebagai bagian dari pemulihan ekosistem.

Di dalamnya juga terdapat pusat rehabilitasi beruang madu, satwa endemik Kalimantan yang dikenal sebagai beruang terkecil di dunia, dengan tinggi sekitar 70 sentimeter, panjang tubuh 1,4 meter, dan bobot 50–65 kilogram. Satwa-satwa di Samboja Lestari sebagian besar merupakan titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, setelah diselamatkan dari perburuan, kehilangan habitat, kebakaran hutan, atau kondisi sakit dan malnutrisi.

Kawasan ini bahkan memiliki pulau buatan untuk karantina orangutan sebelum dilepasliarkan ke habitat asli. Pulau tersebut dirancang sebagai lingkungan semi-alami agar orangutan dapat berlatih kembali mencari makan, membuat sarang, serta mengembangkan perilaku alaminya.

Regional Manager East Kalimantan Yayasan BOS, Aldrianto Priadjati, menegaskan bahwa orangutan dan satwa liar lainnya bukanlah warisan yang bisa diperlakukan semena-mena, melainkan titipan bagi generasi mendatang. “Momentum keberadaan IKN yang berlokasi tidak jauh dari Samboja Lestari menjadi bukti nyata komitmen Indonesia terhadap konservasi lingkungan. Dunia akan melihat bagaimana kita menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian alam,” ucapnya.

Baca Juga:   BPBD PPU Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Bencana Alam Lainnya

Samboja Lestari juga menjadi tujuan kunjungan puluhan Finalis Putri Bumi Indonesia 2025 yang mengikuti karantina EL JOHN Pageant Festival pada 16–26 Agustus 2025. Dengan pendampingan OIKN, para finalis diajak melihat langsung proses konservasi dan rehabilitasi satwa, sehingga dapat memperkuat peran mereka sebagai duta lingkungan yang menyuarakan kelestarian bumi kepada masyarakat luas.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.