Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri kegiatan HAI Sawit Symposium 2nd yang diselenggarakan PT Hai Sawit Indonesia bersama Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 22–23 April 2026 ini bertujuan mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperkuat kolaborasi kedua negara sebagai produsen sawit terbesar dunia.
Mengusung tema Updating Best Management Practice (BMP), simposium ini menghadirkan berbagai pembaruan strategi, teknologi, serta manajemen perkebunan untuk mendukung peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi berkelanjutan.
Kehadiran Mudyat yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2025–2030 menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Simposium ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas isu dan peluang pengembangan industri sawit, khususnya di daerah penghasil.
Usai kegiatan, Mudyat menegaskan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan berorientasi jangka panjang.
“Kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara bijak, profesional, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Mudyat.
Selain mengikuti sesi simposium, Mudyat juga berdialog dengan peserta dan narasumber terkait strategi peningkatan produktivitas, hilirisasi produk sawit, hingga tantangan global industri.
Ia juga meninjau stan pameran yang menampilkan berbagai teknologi tepat guna di sektor perkebunan, seperti alat pertanian, mesin tanam dan angkut, pupuk dan benih, serta produk olahan limbah kelapa sawit bernilai ekonomis.
Keikutsertaan Bupati PPU dalam forum ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi, sekaligus mendorong pengembangan sektor perkebunan yang lebih maju dan berkelanjutan di Kabupaten PPU.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola perkebunan yang sehat dan berkelanjutan.
“Sebagai kabupaten penghasil sawit, kita perlu untuk terus bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk menciptakan tata kelola industri perkebunan yang sehat dan berkelanjutan, demi kesejahteraan pelaku usaha sawit, baik itu swasta dan terlebih lagi masyarakat yang menggeluti usaha perkebunan sawit”, lanjutnya.
Penyunting: Robbi Lalat



