SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama legislatif untuk memperjuangkan kesejahteraan guru honorer di Kaltim. Ia menyebut tambahan insentif sebesar Rp500 ribu akan dipastikan masuk dalam perubahan anggaran serta dilanjutkan pada APBD 2026.
“Rp500 ribu itu di perubahan ini akan langsung diserahkan. Mudah-mudahan tidak ada kendala, karena ini harapan guru-guru kita. Ini juga bagian dari program Pak Gubernur, janji yang harus dipenuhi,” ujar Damayanti.
Menurutnya, kesejahteraan guru honorer menjadi salah satu poin tuntutan masyarakat dan mahasiswa yang disampaikan pada 1 September lalu. Dari 11 tuntutan yang ada, empat hingga lima di antaranya berkaitan dengan kebijakan pemerintah provinsi dalam mendukung guru dan dosen.
Damayanti menegaskan DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) akan terus mengawal agar APBD 2026 benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya tenaga pendidik. “Yang kita bahas bukan hanya sekadar angka-angka, tapi bagaimana manfaatnya dirasakan langsung oleh guru honorer dan masyarakat,” tegasnya.
Meski APBD 2026 diproyeksikan sekitar Rp21 triliun dengan adanya efisiensi dan pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH), ia memastikan pos anggaran untuk guru tetap menjadi prioritas.
“Kita ingin memastikan janji ini terealisasi, sehingga guru honorer tidak lagi sekadar menunggu tanpa kepastian. Ini bagian penting dari visi mewujudkan generasi emas menuju Kaltim sukses,” pungkasnya.
Pewarta: K. Irul Umam



