PENAJAM PASER UTARA – Meningkatnya kunjungan wisata ke Pulau Gusung membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Namun di sisi lain, aktivitas wisata yang tidak dibarengi kesadaran konservasi dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian ekosistem laut di kawasan tersebut.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti masih adanya penyedia jasa open trip yang dinilai belum memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dalam kegiatan wisata yang mereka lakukan.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disbudpar PPU, Yunias Yudhistira Arlianta, mengatakan wisata bahari seharusnya tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata dan kebutuhan konten media sosial, tetapi juga mengedepankan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Open trip itu jangan hanya fokus wisata saja, tapi juga harus ada edukasi lingkungan dan ekosistem laut kepada pengunjung,” ujarnya.
Menurut Yudhistira, Pulau Gusung memiliki ekosistem terumbu karang yang rentan mengalami kerusakan apabila aktivitas wisata tidak dikelola secara bijak. Karena itu, wisatawan maupun penyedia jasa perjalanan perlu memahami area-area yang aman untuk dilalui.
Ia mengungkapkan masih ditemukan pengunjung yang berjalan atau beraktivitas di atas kawasan terumbu karang karena minimnya pemahaman mengenai konservasi laut.
“Terumbu karang itu tidak bisa sembarangan dilewati. Harus ada jalur-jalur tertentu yang memang aman,” katanya.
Selain itu, praktik wisata yang menjadikan terumbu karang sebagai lokasi berfoto juga menjadi perhatian. Aktivitas tersebut dinilai dapat mempercepat kerusakan ekosistem yang membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh dan pulih.
“Datang pakai sepatu koral lalu foto di atas karang, dalam konsep konservasi itu sudah salah,” tegasnya.
Yudhistira menilai sebagian komunitas wisata lokal di PPU mulai menerapkan konsep wisata berbasis konservasi dalam setiap perjalanan ke Pulau Gusung. Namun, kesadaran serupa belum sepenuhnya diterapkan oleh seluruh penyedia open trip, terutama yang berasal dari luar daerah.
Karena itu, Disbudpar PPU mendorong adanya komitmen bersama dari seluruh pelaku wisata untuk menyeimbangkan aktivitas pariwisata dengan upaya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberlanjutan Pulau Gusung sebagai destinasi wisata unggulan sangat bergantung pada perilaku wisatawan dan pengelola wisata dalam menjaga ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Teman-teman dari PPU sudah mulai menerapkan konsep konservasi, sedangkan yang dari luar terkadang masih mengabaikan dan tidak memperhatikan kondisi terumbu karang,” tutupnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



