Truk Kerap Terguling di 5 Tanjakan Ekstrem Jalur Samboja–Semoi, Jadi Momok Sopir Truk ke IKN

NUSANTARA – Deretan bangkai truk yang teronggok di pinggir jalan menjadi penanda betapa berbahayanya jalur Samboja–Semoi menuju Sepaku, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lima tanjakan ekstrem di jalur ini terus mengintai pengendara, khususnya sopir truk bermuatan berat, dan kerap berujung pada kecelakaan hingga kemacetan total.

Di sepanjang ruas Semoi–Km 38 Samboja, sejumlah truk dilaporkan gagal menanjak, mundur, lalu terguling. Kondisi tersebut diperparah oleh karakter jalan yang curam, berkelok, dan di beberapa titik diapit jurang.

“Kalau sudah ada truk terguling di jalur kilo 38 sampai Bukit Bangkirai, selesai. Nggak ada akses lain sudah. Sabar nunggu dan macet panjang pasti. Nggak ada jalur lain. Mau lanjut, harus putar balik,” tutur Rustam, sopir truk trailer asal Handil, Sabtu (9/1/2026).

Awal pekan lalu, sebuah truk 10 roda bermuatan berat gagal menanjak dan melintang di badan jalan, menutup total akses Km 38–Semoi Sepaku. Akibatnya, jalur tersebut lumpuh hingga setengah hari, dengan antrean kendaraan mengular lebih dari dua kilometer menunggu proses evakuasi.

Baca Juga:   Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok saat Ramadan, DKP PPU Gelar Pasar Murah

Jika gangguan terjadi di ruas ini, tidak tersedia jalur alternatif bagi kendaraan besar. Berbeda dengan kejadian di jalan poros Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, di mana kendaraan masih bisa dialihkan melalui jalur Argomulyo Patok 32–Semoi Dua. Meski demikian, jalur alternatif tersebut belum berlapis rigid pavement dan menjadi licin saat hujan.

Kemacetan total juga sempat terjadi di akses Sepaku–Balikpapan, Sabtu (3/1/2026). Sebuah truk trailer pengangkut besi beton melintang di kawasan Gunung Tengkorak, Desa Suko Mulyo, RT 1, setelah diduga tidak kuat menanjak dan mundur hingga menutup badan jalan sejak pagi hari.

Salah seorang warga Sepaku, Indri, mengungkapkan bahwa tanjakan di kawasan tersebut memang rawan bagi kendaraan bermuatan berat. “Kendaraan bermuatan berat sering kali terjebak di situ karena tidak kuat menanjak. Bahkan ada juga yang sampai terguling,” ujarnya.

Jalur Samboja–Semoi menuju Sepaku dikenal memiliki kontur naik-turun dengan tanjakan ekstrem. Kendaraan yang tidak dalam kondisi prima berisiko terhenti di tengah tanjakan atau justru meluncur tak terkendali akibat rem tidak mampu menahan beban.

Baca Juga:   Kantor Pertanahan PPU Serahkan Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Giripurwa

Meski sebagian besar badan jalan sudah beraspal mulus dan rigid pavement, keberadaan tanjakan ekstrem tetap menjadi momok bagi para sopir, terlebih di jalur vital penyangga IKN. Sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi kejadian antara lain tanjakan Gunung Tengkorak di RT 1 Desa Suko Mulyo, tanjakan dekat SPBU baru di Desa Semoi Dua, tanjakan jembatan Km 7 dekat Langgar Nur Hidayah di Kelurahan Sungai Merdeka Samboja Barat, tanjakan Gunung Pasir, serta tanjakan Km 7 dekat Pos 1 JP Samboja.

Di beberapa lokasi, risiko semakin tinggi karena kondisi jalan yang berdekatan dengan jurang dan area rawan longsor, termasuk di sekitar titik pembangunan jembatan Bailey di Km 9 jalur Samboja–Semoi Sepaku.

Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.