NUSANTARA – Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang digarap PT Hutama Karya (HK) persero, telah menyentuh tahap fungsional. Akses menuju calon ibu kota baru tentu semakin cepat. Penyelesaian proyek ditargetkan pada 31 Desember 2026, lalu akan dioperasikan penuh mulai semester pertama setahun kemudian. Pastinya usai melalui uji kelayakan menyeluruh oleh pihak yang membidangi.
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menerangkan pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan guna mendukung percepatan pembangunan ibu kota baru.
“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” jelasnya dalam keterangan resmi HK.
Secara keseluruhan, penyelesaian proyek ditargetkan pada 31 Desember 2026 dan akan dioperasikan penuh mulai Januari 2027 usai melalui uji kelayakan menyeluruh oleh pihak yang membidangi.
Ruas Tol IKN Seksi 3A-2 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang menghubungkan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dengan kawasan IKN serta Penajam Paser Utara. Ruas ini mampu mempercepat waktu perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan menuju IKN menjadi sekitar 60 menit.
Secara keseluruhan, penyelesaian proyek ditargetkan pada 31 Desember 2026 dan akan dioperasikan penuh mulai Januari 2027 setelah melalui uji kelayakan menyeluruh oleh otoritas terkait.
“Saat ini sejumlah pekerjaan lanjutan masih berlangsung. Di antaranya penyelesaian pekerjaan ramp, struktur slab-on-pile, erection of steel box girders pada titik tertentu, perkerasan jalan, serta pekerjaan proteksi lereng dan beautifikasi di beberapa segmen,” lanjut Hamdani.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 km, struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 km, jembatan, serta Simpang Susun Karangjoang dan exit tol. Jalan dirancang dengan dua lajur dan lebar 11,25 meter menggunakan kombinasi struktur at-grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan kondisi tanah di Kaltim.
Diakui HK, selama masa konstruksi, tantangan utama adalah kondisi tanah labil (clay shale) yang mudah bergeser, serta curah hujan tinggi yang berdampak pada stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan. Tapi, itu semua sudah diantisipasi melalui penerapan teknologi konstruksi seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), drone photogrammetry, serta sistem manajemen proyek berbasis digital.
Sekadar diketahui, pembangunan ruas ini sendiri dimulai 21 Desember 2023 dan mencapai tahap fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang dibuka pada 20 Desember 2025 setelah 730 hari pelaksanaan pengerjaan. Selanjutnya, ruas ini kembali difungsikan pada arus Lebaran 2026 sejak 13 Maret 2026 atau setelah 813 hari pengerjaan.
Status fungsional ini memungkinkan ruas tol digunakan secara terbatas untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada periode tertentu, meskipun pekerjaan konstruksi masih terus berlangsung.
Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi sejumlah BUMN dengan skema Integrated Joint Operation, yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero). Hutama Karya optimistis ruas Tol IKN Seksi 3A-2 akan memperkuat konektivitas kawasan Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Muhammad Rafi’i



