NUSANTARA – Dibukanya ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)/Kalimantan Selatan sejak 20 Desember 2025 berdampak signifikan terhadap penurunan trafik kendaraan roda empat (R4) di penyeberangan kapal feri rute Balikpapan–Penajam, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, mengatakan penurunan paling terasa terjadi pada kendaraan roda empat golongan IVa dan IVb. Sementara kendaraan roda dua masih relatif ramai.
“Turun signifikan, motor saja yang agak ramai,” tutur Karolus dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025). Jumlah kendaraan R2 (golongan I, II, dan III) masih di atas 500 paling sedikit.
Data Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur mencatat, jumlah kendaraan roda empat pengguna feri pada 20 Desember 2025 hanya 361 unit, naik tipis menjadi 384 unit pada 21 Desember, dan kembali turun menjadi 379 unit pada 22 Desember. Sebaliknya, jumlah kendaraan roda dua masih berada di atas 500 unit per hari.
Jika dibandingkan dengan trafik kendaraan di ruas Tol Balsam–KIPP IKN/Kalsel, perbedaannya sangat mencolok. Pada 20 Desember, sebanyak 2.833 kendaraan melintasi tol selama jam operasional fungsional. Jumlah itu melonjak menjadi 4.836 kendaraan pada 21 Desember, dan mencapai 1.361 kendaraan hanya dalam enam jam pada 22 Desember.
“Ada imbasnya jalan tol dibuka,” jelasnya. Tapi, Karolus menyebut kondisi itu mengalir normal saja.
Penurunan ini juga terlihat bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 lalu, di mana jumlah kendaraan roda empat pengguna feri masih berkisar 844 hingga lebih dari 1.000 unit per hari.
Sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya efisiensi waktu tempuh melalui jalan tol yang dapat menghemat perjalanan sekitar 50–60 menit, pertimbangan biaya perjalanan, serta tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur IKN, seperti jalan tol, jembatan satwa, dan Jembatan Pulau Balang yang sebelumnya memiliki akses terbatas.
Momentum libur panjang sekolah serta agenda besar haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) di Kalimantan Selatan yang puncaknya berlangsung pada 28 Desember 2025 juga turut mendorong pergerakan kendaraan melalui jalur darat. Banyak pelintas berasal dari luar Balikpapan, seperti Samarinda, Bontang, Sangatta, dan Tenggarong.
Penurunan jumlah pengguna penyeberangan feri ini diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari 2026, seiring rencana penutupan kembali akses Tol IKN yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R






