PPU – Perpustakaan “Sumber Ilmu” Desa Binuang tak hanya menjadi rumah baca. Dengan berbagai inovasi, perpustakaan ini turut menciptakan manfaat nyata bagi warganya. Lewat program seperti Germas Baku dan Dapur Sehat, mereka tidak hanya mendorong literasi, tapi juga membantu penanganan stunting dan pemberdayaan sosial. Kinerjanya diapresiasi langsung oleh Kepala Otorita IKN dan Bupati Penajam Paser Utara.
Ketua Perpustakaan Sumber Ilmu, Yani, menyampaikan bahwa selain fokus pada peningkatan minat baca, pihaknya juga menjalankan produksi sawi hidroponik sebagai sumber pendapatan. Hasil keuntungannya digunakan untuk mendukung bantuan sosial bagi janda dan anak yatim di desa.
“Selain dari budidaya sawi, dapur sehat juga berkontribusi membantu program pengentasan stunting. Kami merujuk resep dari buku-buku di perpustakaan untuk membuat olahan makanan bergizi,” ujar Yani.

Resep-resep tersebut selanjutnya diolah bersama kader Kampung KB dan Posyandu, untuk diberikan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita yang terindikasi stunting. Salah satu produk unggulannya adalah olahan daun kelor, yang menjadi bahan utama peningkatan gizi anak.
Perpustakaan ini juga menjalin kolaborasi dengan PAUD Belia Binuang dalam kegiatan edukatif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Sekretaris Desa Binuang, Helfina Cindya Prakasa, mengapresiasi keterlibatan aktif perpustakaan dalam pembangunan desa. “Kami bangga dengan kerja sama ini. Hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, dan membawa nama baik desa hingga ke tingkat kabupaten,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).
Atas dedikasi dan prestasinya, Perpustakaan Sumber Ilmu mendapatkan pengakuan dari Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. “Kami bangga. Perpustakaan ini mengharumkan nama PPU di ajang nasional,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia menyampaikan langsung ucapan selamat kepada pengelola perpustakaan di kantornya.
“Selamat kepada Perpustakaan Desa Binuang. Selanjutnya akan ikut lomba perpustakaan desa nasional. Saya dari Nusantara ikut bangga,” ujar Basuki.
Ia berharap, perpustakaan ini bisa menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem literasi di kawasan Ibu Kota Nusantara.
“Ke depan, OIKN dapat berkolaborasi dengan Perpustakaan Desa Binuang untuk meningkatkan literasi masyarakat di sekitar IKN demi menyongsong kehidupan berwarga di ibu kota baru,” tutupnya.
Penulis: Riski MK
Editor: Agus Susanto



