NUSANTARA – Wacana pembangunan BUMN Tower di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sempat ramai pada medio 2022–2024, kini belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutan.
Proyek supertinggi tersebut sebelumnya digadang akan menjadi menara 138 lantai dengan ketinggian 700–778 meter, berdiri di atas lahan seluas 20.000 meter persegi di kawasan inti IKN.
Seorang Influencer lokal, Williams Dennis, sempat menanyakan itu kepada Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono.
“Dulu kan pernah ada wacana BUMN Tower dengan tinggi 778 meter, dan diklaim oleh Alien Design consultant bahwa desainnya sudah di-approve. Nah, apakah jadi dibangun, atau sekadar wacana pak,” tanya William.
Namun Basuki menjawab, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait kelanjutan pembangunan menara itu.

“Sampai akhir tahun 2025, tak ada kabar terbaru terkait BUMN Tower itu,” sebut Basuki.
Rencana pembangunan BUMN Tower sempat diungkapkan saat Basuki masih menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kala itu, ide proyek ini muncul saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ridwan Kamil selaku kurator desain IKN melakukan kegiatan glamping di kawasan Nusantara.
Tapi, secara spesifik lokasi pembangunan menara belum ditentukan. PUPR dengan Menteri BUMN Erick Thohir saat itu juga pernah berunding terkait pembangunan gedung pencakar langit itu.
BUMN Tower dirancang oleh Alien Design Consultant bekerja sama dengan Atkins, dan disebut bakal menjadi salah satu gedung tertinggi di Asia Tenggara. Rancangannya mencakup berbagai fasilitas modern, seperti:
•Hotel mewah di puncak menara,
•Ruang kantor fleksibel dan digital hub,
•Energi ramah lingkungan melalui solar farm, great canopy, dan turbin angin yang memenuhi 75% kebutuhan energi,
•Kawasan Transit Oriented Development (TOD),
•Collaboration Space Bridge yang menghubungkan dua menara,
•Area publik seperti Waterfront F&B, High Street Retail, Underground Plaza, serta fasilitas MICE dan pusat budaya kelas dunia.
BUMN Tower bukan hanya menara tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga simbol dari inovasi, keberlanjutan, dan kemakmuran Nusantara.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



