SDN 017 Sepaku Dibobol Maling, Laptop hingga Tabung Gas Raib

PPU – Aksi pencurian kembali marak di wilayah Sepaku, kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Kali ini, giliran SD Negeri (SDN) 017 Bukit Raya yang dibobol maling. Pelaku menggasak laptop, uang tunai, hingga tiga tabung gas LPG 3 kg. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Kabar pembobolan ini pertama kali ramai di media sosial. Salah satu akun Facebook bernama Rea Reo Are membagikan informasi tersebut, lengkap dengan peringatan kepada warga agar lebih waspada.

“Lagi-lagi Sepaku tidak aman. Kantin dan kantor SD 017 dibobol maling,” tulis akun tersebut, Selasa (6/8/2025) pagi.

Unggahan itu memicu respons warganet. Hingga pukul 11.30 WITA, tercatat 45 komentar. Salah satunya datang dari akun Rani Maharani, warga Desa Suka Raja. Ia mengungkap bahwa pekan lalu, kantin PAUD Wijaya Kusuma juga menjadi sasaran pencurian.

“Minggu lalu di kantin PAUD Wijaya Kusuma (di Desa Suka Raja) dibobol maling juga mba,” tulisnya.

Kaleng tempat uang yang digasak maling di SDN 017 Sepaku, berceceran di kebun belakang sekolah. (Istimewa)

Komentar lain dari akun Yulia Lymud menyoroti tren pencurian yang kini menyasar fasilitas pendidikan. “Kemarin di Lokdam (Kelurahan Sepaku) juga, di patok 52 (Desa Suka Raja) juga,” ungkapnya. Di Kelurahan Sepaku sendiri terdapat satu sekolah dasar dan satu PAUD.

Baca Juga:   Kontraktor Lambat Ajukan Penagihan, Serapan Anggaran PPU Baru 30 Persen

Guru SDN 017 Sepaku, Harun, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah telah melaporkannya ke Polsek Sepaku dan telah menjalani pemeriksaan awal (BAP).

“Sudah buat laporan ke Polsek, Pak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Harun menjelaskan, barang-barang yang raib antara lain satu unit laptop keluaran terbaru seharga sekitar Rp20 juta, serta uang tabungan milik sekolah. Bekas kaleng tempat penyimpanan uang ditemukan berceceran di kebun belakang sekolah dalam keadaan kosong.

Tak hanya itu, Harun yang tinggal di rumah dinas sekolah juga menjadi korban. Senapan angin miliknya ikut digondol maling. Bahkan laptop pribadinya sempat dibawa pelaku, meski akhirnya ditemukan terjatuh di kebun tetangga.

“Senapan anginku juga hilang ternyata,” tuturnya.

Aksi pencurian serupa sebelumnya terjadi di SDN 023 Sepaku. Sekolah yang beralamat di Jl Datu Tondol itu kehilangan komponen mesin molen cor milik salah satu warga Suka Raja yang sedang dirental untuk proyek di sekolah tersebut. Gigi matahari dan mesin diesel penggerak molen raib, dengan kerugian mencapai Rp5 juta.

Baca Juga:   Sebanyak 18 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Sekkab PPU Minta Segera lakukan Komunikasi

Kasus-kasus ini menambah panjang daftar kriminalitas di wilayah Sepaku, yang ironisnya berada di jantung pembangunan IKN. Warga pun berharap aparat kepolisian lebih sigap dan pengamanan di area pendidikan diperketat.

Pewarta: Riski MK
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.