Sarasehan Pariwisata PPU, Mudyat Tekankan PAD Baru dari Sektor Wisata

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri kegiatan Sarasehan Pariwisata bertajuk “Ngobrol Bareng Bupati” yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Selasa (30/9/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan pelaku wisata, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dalam merumuskan arah pengembangan destinasi wisata di PPU. Hadir pula Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, anggota Komisi II DPRD PPU Tohirun, Kepala Disbudpar PPU Andi Israwati Latief, jajaran pejabat daerah, serta pengurus dan anggota Pokdarwis dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Mudyat menegaskan bahwa pariwisata adalah salah satu pilar penting pembangunan daerah. Menurutnya, sektor ini tidak hanya menyangkut hiburan, tetapi juga berhubungan erat dengan peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pariwisata adalah salah satu sektor andalan yang perlu kita kembangkan bersama. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai leading sector harus mampu menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, baik dari pemerintah provinsi, pusat, maupun sektor swasta,” ujarnya.

Baca Juga:   Maju di Pilkada 2024? Makmur Marbun; Saya Tunggu Intruksi Presiden

Mudyat juga menyadari keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU yang relatif kecil. Karena itu, ia menekankan pentingnya sumber pendanaan alternatif.

“Selain dari APBD, kita bisa memanfaatkan bantuan provinsi, pusat, CSR perusahaan, hingga dukungan investor swasta untuk mendukung pengembangan destinasi wisata,” tambahnya.

Mudyat optimistis, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan memberi dampak positif terhadap pariwisata PPU. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di kawasan IKN, kunjungan wisatawan ke destinasi di PPU diyakini akan meningkat.

“Keberadaan destinasi wisata di Kabupaten PPU sangat berpeluang untuk dikembangkan. Ini bisa menjadi salah satu sumber PAD baru bagi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar PPU Andi Israwati Latief menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh bupati. Ia mengungkapkan rasa syukur karena salah satu destinasi unggulan PPU, Pantai Nipah-Nipah, berhasil masuk dalam 50 besar destinasi wisata terbaik nasional dari lebih 6.000 destinasi di Indonesia.

“Ini merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata di daerah. Ke depan, kita berharap semakin banyak destinasi wisata di PPU yang dikenal secara nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Baca Juga:   Anggaran Dinilai Tak Memadai, Program MBG Masih Butuh Penyesuaian

Andi juga menilai sarasehan pariwisata ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku wisata, khususnya Pokdarwis, untuk menyampaikan aspirasi, kendala, maupun ide inovatif langsung kepada bupati.

Sejumlah perwakilan Pokdarwis turut menyampaikan harapan terkait peningkatan infrastruktur pendukung, promosi, serta pelatihan pengelolaan wisata berkelanjutan.

“Terima kasih kepada bapak bupati dan jajaran. Semoga pertemuan ini dapat menghadirkan solusi dan masukan nyata bagi kemajuan pariwisata di Kabupaten PPU,” kata Andi.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.