Penajam Paser Utara – Tumpukan sampah kembali mencemari kawasan Pasar Petung pada Senin (23/3/2026) sore. Ironisnya, sampah berserakan tepat di lokasi yang telah dipasangi papan larangan membuang sampah.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah berhamburan dan menumpuk di sejumlah titik. Limbah yang didominasi sampah rumah tangga dan sisa aktivitas perdagangan, seperti plastik kemasan, kardus, hingga sisa sayur dan ikan, menimbulkan bau menyengat, terutama saat siang hari.
Kondisi tersebut diperparah dengan genangan air bercampur limbah yang membuat area sekitar menjadi licin dan becek. Selain mengganggu kenyamanan, situasi ini juga berpotensi membahayakan pengunjung pasar.
Meski larangan telah dipasang, praktik pembuangan sampah sembarangan masih terus terjadi. Tumpukan sampah bahkan terlihat berada di titik yang sama dari hari ke hari, seolah papan peringatan tidak memberikan efek jera.
Salah satu pedagang sayur, Siti, mengaku kondisi tersebut kerap terjadi, terutama saat aktivitas pasar meningkat setelah Lebaran. “Kalau habis ramai seperti sekarang, sampah cepat sekali menumpuk. Kadang baru diangkut besoknya, jadi bau,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian pedagang telah berupaya menjaga kebersihan, namun masih banyak pihak yang membuang sampah di luar titik yang telah disediakan. Keluhan serupa disampaikan pengunjung pasar. Rahmat, warga Penajam, mengaku tidak nyaman saat berbelanja karena harus melewati area yang dipenuhi sampah.
“Baunya menyengat sekali, apalagi kalau siang. Harusnya jangan cuma pasang larangan, tapi ada tindakan tegas,” katanya.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan hewan liar di sekitar lokasi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu masalah kesehatan lingkungan, terutama bagi pedagang bahan pangan.
Lonjakan volume sampah dipicu meningkatnya aktivitas jual beli pasca-Hari Raya Idulfitri. Produksi sampah di pasar tradisional seperti Pasar Petung biasanya meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.
Kondisi ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Aturan telah dibuat dan peringatan telah dipasang, namun belum sepenuhnya diikuti dengan kepatuhan.
Jika tidak ditangani serius dan konsisten, kawasan pasar berpotensi mengalami penurunan kualitas lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga risiko penyebaran penyakit. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



