Penajam Paser Utara – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai memperkuat berbagai langkah untuk memastikan masyarakat dapat menyambut Lebaran dengan tenang, terutama terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
Mulai dari penyelenggaraan bazar pangan murah hingga pengawasan distribusi bahan pokok di pasar tradisional dan ritel modern dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri Serentak 2026 yang digelar oleh Polres Penajam Paser Utara di Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Ratusan warga memadati area pasar untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres PPU Andreas Alek Danantara didampingi Wakapolres PPU Awan Kurnianto serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polres PPU, dan sejumlah instansi terkait.
Melalui bazar tersebut, Polres PPU bekerja sama dengan Bulog Kabupaten Penajam Paser Utara menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, beras premium, minyak goreng, hingga gula pasir dengan harga lebih murah dari harga pasar.
Sekitar 200 warga tercatat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Dalam kegiatan itu, sebanyak 250 sak beras SPHP, 20 sak beras premium, serta 120 kemasan minyak goreng berhasil terjual kepada masyarakat.
Andreas mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan.
“Kami berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau serta menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya.
Selain melalui bazar pangan murah, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan pokok di pasar dan ritel modern.
Pemerintah Kabupaten PPU bersama Satgas Pangan berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjelang Lebaran untuk memastikan stok pangan tersedia dan tidak terjadi pelanggaran harga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU Mulyono mengungkapkan sebelumnya sempat terjadi kekosongan beras premium di sejumlah ritel modern di wilayah tersebut.
Namun setelah dilakukan penelusuran, diketahui kekosongan tersebut berkaitan dengan distributor yang menjual barang di atas harga yang telah ditetapkan.
“Beberapa ritel modern sempat ada kekosongan, terutama beras premium yang dari luar daerah. Setelah kita telusuri ternyata ada distributor yang menjual di atas harga yang ditetapkan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan penanganan, distribusi kembali berjalan normal dan pasokan bahan pokok di ritel modern saat ini telah tersedia.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
Sidak rencananya dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum.
“Kita akan sidak bersama Satgas Pangan, Badan Pangan Nasional, Mabes Polri, Polda dan Polres,” katanya.
Di sisi lain, pengawasan juga dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan PPU yang melakukan inspeksi di toko modern dan pasar tradisional.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU Marlina mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok serta mencegah penimbunan komoditas pangan.
“Tadi kami melakukan inspeksi toko modern dan pasar tradisional di Kecamatan Sepaku,” ujarnya.
Selain memantau stok, tim juga memeriksa penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada sejumlah komoditas seperti minyak goreng subsidi Minyakita dan beras.
Dari hasil pemantauan, harga Minyakita kemasan dua liter tercatat sekitar Rp34 ribu, gula pasir berkisar antara Rp18.500 hingga Rp19.000 per kilogram, sementara beras kemasan lima kilogram berada pada kisaran Rp76 ribu hingga Rp83 ribu.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berharap masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan lebih tenang karena ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan harga masih terkendali.
“Secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, tetapi tidak terlalu signifikan,” pungkasnya.
Pewarta: Nur Robbi Syai’an






