RSUD RAPB PPU Luncurkan SAPA RAMAH, Antar Pasien Pulang Gratis Usai Rawat Inap

PPU – Pulang dari rumah sakit seharusnya menjadi momen melegakan, tetapi bagi sebagian pasien di Penajam Paser Utara (PPU), hal ini justru menjadi tantangan. Banyak dari mereka, terutama warga pelosok atau tidak mampu, mengalami kesulitan saat hendak pulang usai dirawat karena keterbatasan akses transportasi.

Merespons kondisi tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) resmi meluncurkan program SAPA RAMAH (Siap Antar Pasien Sehat Pulang ke Rumah), yang dirancang untuk mengatasi masalah transportasi pasca rawat inap.

Direktur RSUD RAPB, dr Lukasiwan Eddy Saputro, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari fenomena pasien yang kerap tertahan di lobi rumah sakit setelah dinyatakan sembuh, lantaran tidak ada yang menjemput atau sulit mendapatkan kendaraan umum.

“Banyak pasien, terutama dari daerah pelosok atau ekonomi lemah, tidak bisa langsung pulang. Mereka harus menunggu lama karena ketiadaan transportasi, dan ini menyebabkan penumpukan di lobi serta ketidaknyamanan,” ujar Lukasiwan.

Melalui SAPA RAMAH, rumah sakit kini menyediakan kendaraan khusus untuk mengantar pasien pulang ke rumah secara gratis. Program ini ditujukan bagi pasien rawat inap yang telah dinyatakan sembuh namun terkendala transportasi pribadi.

Baca Juga:   Proyek Pile Slab Dimulai, Jalur Samboja–Semoi Diberlakukan Satu Arah

Lebih dari sekadar layanan logistik, SAPA RAMAH merupakan upaya humanisasi pelayanan publik di sektor kesehatan. Dengan pendekatan ini, RSUD PPU ingin membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti di ruang perawatan, melainkan sampai pasien benar-benar tiba di rumah dengan selamat.

Program ini sebelumnya telah diuji coba sejak 2023, dan kini resmi diluncurkan dalam momentum Pentas Seni dan UMKM di Alun-alun Penyembolum.

Dengan diluncurkannya SAPA RAMAH, Pemkab berharap pelayanan kesehatan di PPU semakin inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, yang hadir dalam peluncuran, menyambut baik program tersebut. Ia menyebut SAPA RAMAH sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada kelompok masyarakat rentan.

“Ini bukan hanya soal mengantar pasien pulang, tapi soal rasa kemanusiaan. Pelayanan publik harus menyentuh sisi sosial dan empati, terlebih untuk saudara-saudara kita yang kesulitan,” tegasnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.