PPU – Pelabuhan Penajam Paser Utara (PPU) yang nyaris tak berubah selama puluhan tahun kini bersiap berbenah. Pemerintah Kabupaten PPU mendorong revitalisasi kawasan pelabuhan agar tak lagi sekadar fasilitas sandar kapal, tetapi menjadi wajah pertama daerah yang merepresentasikan kemajuan PPU sebagai gerbang masuk utama.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan pembenahan pelabuhan merupakan kebutuhan mendesak mengingat posisinya yang strategis. Namun hingga kini, kondisi pelabuhan dinilai belum mencerminkan identitas dan perkembangan daerah.
“Kita menginginkan wajah baru PPU terlihat lebih baik dari kondisi saat ini. Pelabuhan ini sudah puluhan tahun tidak mengalami perubahan, sehingga perlu ditata ulang,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mulai melakukan pendataan terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan pelabuhan, terutama terkait legalitas kepemilikan tanah dan bangunan. Langkah ini menjadi bagian awal sebelum revitalisasi dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, pemerintah juga akan segera membuka ruang dialog dengan para pemilik lahan di kawasan tersebut. Revitalisasi pelabuhan, kata dia, bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan daerah untuk memiliki pintu masuk yang representatif dan tertata.
“Dialog akan segera kita lakukan. Kalau dibilang tidak butuh, justru PPU sangat membutuhkan wajah gerbang masuk yang indah dan tertata. Sudah puluhan tahun tidak berubah,” tegasnya.
Melalui dialog itu, Waris berharap tercipta kesepahaman antara pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga proses revitalisasi dapat berjalan tanpa menimbulkan polemik sosial.
Ia optimistis, penataan dan pengelolaan pelabuhan secara profesional tidak hanya berdampak pada estetika kawasan, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saya yakin jika kita bersama-sama, hasil yang diinginkan akan tercapai. Pengelolaan pelabuhan yang baik tentu akan berdampak pada peningkatan PAD,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy PZ
Penyunting: Robbi Lalat



