Rekonstruksi Jalan Muara Badak-Bontang Seret Progres: Satu Paket Melaju, Dua Lainnya Hadapi Kendala

SAMARINDA – Empat kontraktor hadir untuk memaparkan progres rekonstruksi Jalan Muara Badak-Bontang. Bersama Komisi III, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung E, Kompleks DPRD, Jalan Teuku Umar, Samarinda, pada Selasa (16/9/2025), diketahui masih banyak kendala dan beberapa target yang belum tercapai.

Setidaknya ada tiga pembagian, yaitu Rekonstruksi Jalan Muara Badak-Bontang 1, 2, dan 3. Dari ketiga proyek dengan kontraktor yang berbeda-beda itu, hanya bagian ke-2 saja yang memiliki progres baik.

Adapun uraiannya sebagai berikut: Rekonstruksi Jalan Muara Badak–Bts. Bontang 1 yang digarap oleh PT Libra Putra Pratama dan PT Hastomulyo Adiprima KSO CV Reva Jaya Abadi.

Dengan total pagu anggaran Rp64,67 miliar, progres fisik kumulatif paket ini baru mencapai 13,60%, sangat jauh dari rencana yang seharusnya sudah 30,02%. Hal ini menciptakan deviasi negatif yang signifikan sebesar -16,42%.

Realisasi keuangan proyek tercatat sebesar Rp12,7 miliar atau sekitar 20% dari total nilai kontrak.

Diketahui beberapa kendala masih dalam proses penyelesaian, seperti keberadaan warung, pagar, dan halaman rumah warga yang masuk ke dalam area proyek. Selain itu, ada utilitas vital seperti lampu jalan, pipa gas milik Pertamina, dan pipa PDAM yang memerlukan koordinasi intensif untuk relokasi.

Baca Juga:   Ananda Moeis Dorong Tata Kelola Pengendalian Banjir yang Eksploratif

Sebagai tindak lanjut, pihak kontraktor telah melakukan koordinasi dengan warga dan pihak berwenang setempat, dengan tetap fokus pada pengerjaan yang bisa dilakukan. SCM 1 juga telah dilaksanakan dan rencana percepatan pekerjaan disusun.

Berbanding terbalik, pengerjaan Rekonstruksi Jalan Muara Badak–Bts. Bontang 2 yang dilaksanakan oleh PT Imanuel Karya Perkasa menunjukkan kinerja impresif.

Dengan nilai kontrak Rp36,26 miliar, realisasi fisik proyek telah mencapai 26,98%, melampaui rencana awal sebesar 20,67%. Paket ini mencatatkan deviasi positif +6,31%, menunjukkan pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal.

Pelaksanaan yang relatif lancar ini didukung kondisi lapangan yang lebih kondusif. Realisasi keuangan paket ini telah mencapai Rp7,25 miliar, yang merupakan pembayaran uang muka sebesar 20%.

Walaupun demikian, terdapat unggahan dengan dugaan pemasangan batu menggunakan air asin pada 7 Agustus 2025 lalu. Sebagai tindak lanjut, dilakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas di kantor lapangan pada 9 Agustus 2025.

Sementara itu, Rekonstruksi Jalan Muara Badak–Bts. Bontang 3 yang dikerjakan oleh PT Alvi Sinar Abadi mengalami sedikit keterlambatan. Dari rencana fisik sebesar 23,77%, progres di lapangan baru mencapai 19,82%, sehingga menghasilkan deviasi negatif -3,94%.

Baca Juga:   Pembangunan Drainase di Samarinda Disorot, Afif Harun Minta Masyarakat Bersabar

Kontraktor dengan nilai kontrak Rp34,32 miliar ini menghadapi tantangan berupa keterlambatan distribusi material akibat gangguan pada transportasi kapal tongkang. Faktor cuaca buruk yang menyebabkan genangan di area kerja juga menjadi penghambat.

Sebagai solusi, PT Alvi Sinar Abadi telah mengambil langkah proaktif untuk mengejar ketertinggalan. Pihak kontraktor akan menambah jam kerja efektif menjadi 12 hingga 16 jam per hari dengan menerapkan sistem dua shift kerja untuk mempercepat progres.

Komisi III DPRD Kaltim sendiri berencana melakukan kunjungan lapangan ulang untuk pengecekan kondisi dan meninjau langsung lokasi yang dilaporkan masyarakat. Belum dapat dipastikan kapan hal itu akan dilakukan, namun semua pihak yang hadir menyepakati bahwa penyelesaian harus tepat waktu hingga akhir tahun ini.

Pewarta: K. Irul Umam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.