PENAJAM PASER UTARA – Ratusan jamaah mengikuti Majelis Ilmu Umrah dan Haji yang dirangkai dengan Reuni Akbar Keluarga Besar Arminareka Kalimantan Timur di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus pembinaan bagi para alumni jamaah umrah dan haji.
Acara dihadiri Direktur Operasional Arminareka Perdana, Dra. Hj. Yusnidar, Pembimbing Haji dan Umrah Arminareka Perdana Ustaz Dr. H. Dave Arian Yusuf, M.Pd., Kepala Kantor Arminareka Cabang 019 Kalimantan Timur Hj. Arsanti, serta Staf Ahli Bupati PPU Sodikin yang mewakili Pemerintah Kabupaten PPU.
Dalam sambutannya, Sodikin mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan antarsesama jamaah setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami dapat hadir di tengah-tengah Bapak, Ibu, serta seluruh jamaah dalam suasana yang penuh kehangatan ini. Momentum ini mari kita jadikan sebagai kesempatan yang sangat baik untuk kembali mempererat tali silaturahmi, mengenang kebersamaan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah yang telah terjalin,” ujarnya.
Ia menilai ibadah umrah maupun haji merupakan awal untuk mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, para alumni jamaah diharapkan terus meningkatkan kualitas ibadah, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Menurutnya, majelis ilmu juga menjadi sarana pembinaan bagi para jamaah agar semangat beribadah tetap terjaga setelah kembali ke tanah air.
Sodikin menambahkan Pemerintah Kabupaten PPU mendukung kegiatan keagamaan yang berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penyampaian materi keagamaan dan silaturahmi antarpeserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara tentu mendukung setiap kegiatan keagamaan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkokoh nilai-nilai keimanan, dan membangun masyarakat yang religius, rukun, serta saling menghormati,” katanya.
Penyunting: Robbi Lalat



