NUSANTARA – Aktivitas pembangunan proyek investasi swasta di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan perkembangan. Salah satu investor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), PT Plataran Boga Rasa, telah memulai tahap pematangan lahan untuk proyek Teras Hutan di Persil 1A KIPP IKN.
Pantauan di lapangan, lokasi yang berada tepat di depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan tersebut mulai dipenuhi aktivitas konstruksi. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan awal, sementara sebuah ekskavator beroperasi untuk proses pematangan lahan.
Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 2.094 meter persegi dan akan dikembangkan menjadi Teras Hutan, sebuah kawasan dining berstandar internasional yang mengusung konsep kearifan lokal dan selaras dengan visi IKN sebagai kota hutan berkelanjutan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah investor PMDN mulai merealisasikan komitmen investasinya melalui pembangunan fisik di kawasan IKN.
“Jadi ya perlahan-lahan mereka mulai masuk. PMDN pun juga masuk, Plataran sudah mulai jalan juga. Kalau Plataran kan di depan rumah sakit (RSUP Kemenkes) itu juga sudah mulai membangun. Jadi insya Allah ke depan ini lebih baik,” sebut Basuki saat itu.
Secara historis, proyek Plataran di IKN telah memulai langkah awal melalui groundbreaking yang dilakukan pada 25 September 2024 saat pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Komitmen investasi itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) beserta akta notarial antara PT Plataran Boga Rasa dan Otorita IKN pada 23 Juli 2025.
Dalam kerja sama tersebut, Plataran direncanakan mengembangkan dua kawasan strategis di IKN, yakni Persil 1A dan Persil 1B. Persil 1A seluas 2.094 meter persegi, akan dibangun Teras Hutan atau sebuah ruang makan modern.
Sedang di Persil 1B yang punya luasan lahan lebih jumbo, yakni 12.605 meter persegi dan akan dikembangkan dengan konsep serupa, namun dengan pekarangan lebih fleksibel.
Desain Teras Hutan dikabarkan mengusung konsep “Trail of Sister Parks” yang menggabungkan elemen alam, budaya lokal Kalimantan, dan arsitektur modern. Semangatnya menciptakan ruang harmonis manusia dan lingkungan. Pun sebagai daya dukung swasta terhadap visi IKN kota hutan berkelanjutan.
Direncanakan oada areanya akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Restoran, amfiteater, ruang serbaguna, hingga ruang hijau untuk mendukung berbagai aktivitas publik dan memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat IKN.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R




