Proyek Perbaikan Longsor Samboja–Semoi Dua Dimulai, Nilai Kontrak Rp14,2 Miliar

PPU – Perbaikan permanen pada titik longsor ruas Samboja–Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, tepatnya di kilometer (Km) 9,5 mulai dikerjakan. Proyek ini dibiayai pemerintah pusat melalui APBN 2025–2026 dan ditangani PT Surya Mega Jaya (SMJ) asal Kutai Kartanegara sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak Rp14.256.900.000. Penandatanganan kontrak berlangsung pada 31 Oktober – 7 November 2025.

Sebelumnya, titik longsor tersebut ditangani secara darurat menggunakan jembatan bailey sejak Desember 2024. Namun menjelang akhir 2025, kondisi jembatan darurat tersebut semakin rawan karena struktur mulai miring, pelat besi tidak lagi rata, dan beberapa bagian bahkan terangkat. Kondisi itu kerap menyebabkan kendaraan tersangkut hingga patah as roda.

“Tapi alhamdulillah mulai ada tanda perbaikan di lokasi. Semoga pekerjaannya lancar. Pengguna jalan tetap harus hati-hati dan melintas pelan agar perjalanan, lalu lintas, dan pekerjaan proyeknya tetap aman,” tutur Pratama, salah sorang warga Sepaku yang sempat berhenti di tepi jalan, di lokasi, Rabu (19/11/2025).

Pendanaan proyek ini melalui APBN 2025-2026 pada satuan kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga:   Anjungan SIAPKerja di Sepaku Dihentikan, Warga Sepaku Perlu Alternatif Peluang Kerja ke IKN

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah aktivitas pekerjaan telah dimulai, mulai dari pengaturan lalu lintas, perakitan struktur pembesian, pemasangan rambu-rambu proyek, hingga pemasangan pagar seng di sekeliling area kerja. Dua ekskavator tampak beroperasi di lokasi.

Proyek ini mencakup pembangunan pile slab untuk menangani area rawan longsor dengan panjang konstruksi 75 meter. Berdasarkan dokumen pada laman SPSE, uraian pekerjaan terdiri dari pembangunan jembatan sepanjang 75 meter, dengan lingkup meliputi pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, perkerasan beton semen, perkerasan aspal, serta pekerjaan struktur.

Dengan perbaikan permanen ini, risiko lalu lintas di titik tersebut diharapkan berkurang signifikan. Sebelumnya, arus kendaraan kerap tidak teratur karena pengguna jalan harus bergantian melintas di jembatan bailey yang semakin miring. Di sisi bawah jembatan, jalur alternatif yang sering dipakai kendaraan pengangkut alat berat juga rawan karena kondisi elevasi yang tidak stabil dan berisiko membuat kendaraan tergelincir ke jurang.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.