NUSANTARA – Progres pembangunan Penataan Kawasan Sepaku terus berjalan cepat. Saat ini, pengerjaan area pedestrian dan tunnel sudah berlangsung di dua desa, yakni Bukit Raya dan Suka Raja. Aktivitas konstruksi dilakukan sejak pagi hingga malam hari.
Pantauan pada Selasa malam (2/9/2025), galian tunnel dan pedestrian di Desa Suka Raja masih menggunakan ekskavator, sementara di Desa Bukit Raya pengerjaan pengecoran dilakukan dengan truk molen ready mix. Di sisi Bukit Raya, pekerjaan sudah terlihat lebih panjang dengan dua sisi yang mulai terbentuk. Area proyek ditutup pagar pengaman berlapis polynet hijau.
Proyek ini masuk dalam Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Kawasan Sepaku, yang ditenderkan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada pertengahan 2025. Kontrak diteken 26 Juni 2025 dengan masa kerja 186 hari kalender hingga 31 Desember 2025. Setelah itu, proyek memasuki masa pemeliharaan selama 360 hari, mulai 1 Januari hingga 26 Desember 2026. Nilai kontrak proyek mencapai Rp124.325.200.000, dikerjakan oleh PT PP Urban, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero).

Pembangunan dilakukan di lahan seluas 5.880 meter persegi, yang sebelumnya milik Pemerintah Desa Suka Raja dan ditukar guling dengan aset milik Pemprov Kalimantan Timur. Saat ini, pekerjaan cut and fill serta pemasangan bore pile masih berlangsung.
Selain penataan pedestrian dan tunnel, OIKN juga menyiapkan pasar relokasi bagi pedagang Pasar Sepaku lama yang kiosnya dibongkar. Bangunan pasar sementara di RT 17 Desa Suka Raja hampir rampung, meski masih ada pekerjaan finishing. Diperkirakan pertengahan September ini sudah bisa digunakan.
“Memang belum sepenuhnya jadi. Tapi sepertinya pertengahan bulan sudah mulai ditempati,” ujar Mulyana, salah seorang pekerja di lokasi.
Pasar relokasi tersebut menyiapkan 53 unit los berukuran 5 meter persegi, dengan rangka baja ringan, atap pelindung, serta dinding triplek berlapis vinil bercorak logo IKN. Bangunan ini bersifat sementara.
Belum lama ini, Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saja. Tapi juga menata kawasan di luarnya.
“Coba lihat ini. Ini awalnya begini. Kami buat jadi seperti ini nanti. Wajah Sepaku pelan-pelan ditata oleh OIKN,” terang Pak Bas—sapaan akrabnya, saat memperlihatkan visual penataan lewat layar monitor di kantornya.
Sampai berita ini diturunkan, Media Kaltim masih menunggu konfirmasi dari pihak PP URBAN terkait sejauh mana angka progress pembangunan penataan kawasan.
Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R





