PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap beroperasinya Lapangan Gas Karamba yang dikelola PT Indo Sino Oil and Gas dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak dan gas bumi (migas).
Harapan tersebut disampaikan Bupati PPU Mudyat Noor saat menghadiri peresmian penyaluran gas perdana Lapangan Karamba, Senin (29/6/2026). Menurutnya, dimulainya produksi gas menjadi langkah penting setelah proses pengembangan lapangan tersebut berlangsung dalam waktu panjang.
“Penyaluran gas perdana dari Lapangan Karamba merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi energi yang dimiliki daerah,” ujarnya.
Mudyat mengatakan keberadaan Lapangan Karamba memperkuat posisi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya dalam mendukung ketersediaan energi bagi kawasan yang terus berkembang.
Menurutnya, pasokan energi yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja.
“Ketersediaan energi yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan kawasan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mudyat menyampaikan tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah terhadap operasional Lapangan Karamba. Pertama, perusahaan diminta menjaga aspek keselamatan kerja dalam seluruh kegiatan produksi.
Kedua, perusahaan diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Ketiga, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Mudyat menilai produksi perdana Lapangan Karamba bukan menjadi akhir dari pengembangan sektor migas di PPU. Ia berharap masih terdapat potensi lapangan migas lain yang dapat dikembangkan sehingga memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Kami berharap milestone proyek Indo Sino ini bisa sedikit meningkatkan dana bagi hasil kami. Apalagi jika beberapa proyek migas lainnya di Kabupaten PPU juga dapat dikembangkan,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini PPU masih menjadi salah satu daerah dengan penerimaan DBH migas yang rendah dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah.
Sementara itu, pengembangan Lapangan Gas Karamba diharapkan menjadi bagian dari pemanfaatan potensi sumber daya alam daerah dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pemotongan dana transfer ke daerah sangat menyulitkan kami dalam melaksanakan pembangunan. Hampir separuh kemampuan fiskal kami berkurang. Karena itu kami berharap sektor migas dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Pewarta: DeddyPz
Penyunting: Robbi Lalat



