Penajam Paser Utara – Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menggunakan sistem digital untuk mendukung penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2027.
Aplikasi bernama Sistem Informasi Manajemen Forum Kabupaten Sehat (SIM-FKS) itu diluncurkan di ruang rapat Wakil Bupati PPU, Senin (11/5/2026), sebagai upaya mempermudah pengumpulan data, monitoring, hingga pelaporan indikator penilaian Kabupaten Sehat.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan, penggunaan sistem digital diperlukan agar proses penilaian tidak lagi terkendala persoalan administrasi dan dokumentasi kegiatan.
“Saya berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana yang memudahkan proses pengumpulan data, koordinasi, monitoring, sehingga pelaporan berbagai indikator Kabupaten Sehat dilakukan secara lebih tepat dan akurat,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan penilaian Kabupaten Sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah maupun FKS, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Karena itu, ia meminta aplikasi tersebut dimanfaatkan secara aktif oleh Forum Komunikasi Kecamatan maupun Kelompok Kerja Desa/Kelurahan agar data yang masuk terus diperbarui dan tidak sekadar menjadi arsip digital.
“Jangan sampai aplikasi ini hanya jadi pajangan tanpa pembaruan data dan konsistensi,” katanya.
Selain menjadi sarana pelaporan, SIM-FKS juga diharapkan dapat membantu proses evaluasi program kesehatan dan lingkungan secara berkelanjutan.
Ketua FKS PPU, Indrayani, mengungkapkan pada penilaian sebelumnya PPU masih mendapat sejumlah catatan di berbagai tatanan Kabupaten/Kota Sehat.
Salah satu kendala utama, kata dia, adalah lemahnya pengarsipan data sehingga banyak kegiatan yang sebenarnya telah dilakukan tidak terdokumentasi secara optimal saat proses penilaian berlangsung.
Menurutnya, sistem tersebut juga akan memudahkan analisis dan evaluasi program dari tahun ke tahun karena seluruh data tersimpan secara terintegrasi.
Pemkab PPU berharap penggunaan SIM-FKS mampu memperkuat kesiapan daerah menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027 sekaligus mendorong pelayanan kesehatan dan lingkungan yang lebih terukur di tingkat daerah.
“Dengan adanya SIM-FKS ini, seluruh data yang sebelumnya harus disimpan manual kini bisa langsung diinput ke sistem sehingga saat penilaian tinggal ditarik dari aplikasi,” pungkasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



