PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membentuk Tim Terpadu Pengamanan Jalur Pipa Minyak dan Gas (Migas) sebagai upaya memperkuat pengawasan terhadap infrastruktur energi strategis di wilayah tersebut.
Pembentukan tim tersebut mengacu pada Keputusan Bupati PPU Nomor 500.10/100/2026 yang disahkan pada 2 Juni 2026. Sosialisasi keputusan sekaligus penyusunan rencana kerja tim dilaksanakan di ruang rapat lantai III Kantor Bupati PPU, Kamis (18/6/2026).
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan, keberadaan jalur pipa migas di wilayah PPU membutuhkan pengamanan terpadu karena berkaitan dengan aspek keselamatan, keamanan, serta potensi dampak lingkungan.
PPU menjadi salah satu wilayah yang dilintasi infrastruktur migas nasional sehingga diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan migas, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Tim ini diharapkan menjadi wadah koordinasi yang efektif dalam memperkuat pengawasan, pencegahan, penanganan masalah serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan migas, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Dalam penyusunan rencana kerja, tim akan membahas sejumlah langkah pengamanan, mulai dari pemetaan wilayah, patroli dan pengawasan, sosialisasi kepada masyarakat, penanganan laporan, hingga evaluasi secara berkala.
Waris menekankan, pendekatan preventif melalui edukasi dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan jalur pipa migas. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat membantu mencegah potensi gangguan terhadap infrastruktur tersebut.
Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Sutikno, mengapresiasi langkah Pemkab PPU yang membentuk tim khusus untuk pengamanan jalur pipa migas. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah mitigasi dalam menjaga objek vital di daerah.
Sutikno menilai, pembentukan tim dan penyusunan rencana kerja pengamanan jalur pipa migas merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi gangguan terhadap fasilitas migas yang memiliki peran penting bagi kegiatan energi nasional.
“Kami sangat senang, jujur, kami sangat senang. Dari semua kabupaten/kota yang ada di Kalimantan dan Sulawesi, mungkin baru Penajam Paser Utara yang pertama kali menginisiasi hal semacam ini, dan kami sangat apresiasi dan berterima kasih sekali,” tutupnya.
Penyunting: Robbi Lalat



