Popda Kaltim 2025 Dimulai, Pemprov Kaltim Tekankan Reformasi Keolahragaan Pelajar Songsong PON 2028

PPU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan olahraga pelajar saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim 2025 di Alun-alun Kilometer 9, Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara, Rabu (20/11/2025). Pembukaan berlangsung meriah melalui rangkaian seni dan parade kontingen dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Syirajudin, hadir mewakili Gubernur Kaltim dalam gelaran tersebut. Ia menyampaikan apresiasi Pemprov Kaltim atas kesiapan PPU sebagai tuan rumah.

Ia menilai kesiapan tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung pembinaan olahraga pelajar. “Atas nama Pemprov Kaltim, kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada PPU sehingga Popda ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Syirajudin menegaskan bahwa Popda bukan sekadar ruang kompetisi, tetapi juga bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Kaltim. Ia menyebut ajang ini menjadi momentum memperkuat karakter dan mentalitas generasi muda.

“Popda bukan sekadar kompetisi. Ini adalah media pembentukan karakter pelajar, membangun disiplin, solidaritas, dan mental juara, sehat, unggul, dan berkarakter,” katanya.

Baca Juga:   Kloter Pertama Jamaah Haji Paser Menuju Embarkasi Balikpapan

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga pelajar harus dilakukan secara terarah dan berjenjang. Menurutnya, proses pembinaan yang sistematis akan memastikan Kaltim mampu mencetak atlet berdaya saing tinggi.

“Kita ingin memastikan pembinaan olahraga pelajar di Kaltim berjalan terencana dan terarah, sehingga melahirkan atlet yang siap mengikuti event nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov menegaskan pembenahan manajemen keolahragaan pelajar, termasuk menghentikan praktik jual beli atlet yang sempat terjadi sebelumnya. Ia menyatakan pembenahan ini penting untuk menjaga integritas kompetisi.

“Alhamdulillah, tahun ini atlet yang dikirim benar-benar berasal dari masing-masing daerahnya. Tidak ada lagi yang namanya jual beli atlet seperti sebelumnya,” ujarnya.

Syirajudin mengingatkan seluruh pihak menjaga jalannya pertandingan secara adil dan profesional. Ia menekankan bahwa sportivitas menjadi nilai utama dalam setiap pertandingan.

“Wasit dan juri harus menjaga sportivitas, profesional, dan adil. Jangan kecewakan anak-anak yang sudah berlatih keras,” tegasnya.

Ia menyebut Kaltim memiliki potensi besar di bidang olahraga, namun harus dikembangkan secara kolaboratif. Sinergi antardaerah dinilainya akan memperkuat ekosistem pembinaan atlet.

Baca Juga:   Pendataan Penduduk IKN Resmi Dimulai, Langkah Awal Tata Kelola Modern

“Potensi ini hanya bisa muncul kalau seluruh pemerintah di Kaltim mau bekerja sama,” katanya.

Syirajudin berharap Popda 2025 dapat melahirkan atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan Kaltim, termasuk dalam menghadapi ajang PON di NTT. Ia optimistis Popda menjadi media memunculkan bibit unggul masa depan.

“Melalui Popda ini, kita berharap tumbuh atlet berprestasi yang siap membawa nama Kaltim ke kancah yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.