Penajam Paser Utara – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung aman dan kondusif, Jumat (1/5/2026). Kegiatan diisi dengan upacara, senam bersama, hingga jalan santai yang melibatkan unsur pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara memimpin langsung upacara May Day sebagai bagian dari kesiapan pengamanan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas daerah.
“Peringatan Hari Buruh Internasional harus menjadi momentum memperkuat sinergitas dan solidaritas seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, stabilitas keamanan serta iklim kerja yang harmonis di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terus terjaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan persuasif dalam pelaksanaan pengamanan.
Kegiatan terpusat di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, diikuti ratusan peserta dari kalangan buruh, perusahaan, serta instansi pemerintah. Rangkaian acara meliputi senam bersama, jalan santai, pembagian doorprize, serta layanan sosial seperti cek kesehatan dan donor darah.

Selain dihadiri Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin dan jajaran pemerintah daerah, kegiatan ini juga melibatkan unsur Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Agama, serta perwakilan perusahaan dan serikat buruh.
Pengamanan dilakukan secara terpadu melibatkan personel Polres PPU, Polsek Penajam, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Ia menyebut situasi tetap terkendali selama kegiatan berlangsung.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan dengan aman dan tertib. Kami mengapresiasi seluruh elemen pekerja, perusahaan, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga kondusifitas selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Waris Muin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan dan hubungan industrial yang harmonis.
“May Day bukan hanya sekadar peringatan Hari Buruh, namun momentum mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, dan meningkatkan semangat hidup sehat guna menunjang produktivitas kerja,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan May Day juga menjadi ruang memperkuat komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan.
Peringatan May Day 2026 di PPU berakhir tertib tanpa gangguan, mencerminkan sinergi antara pekerja, pemerintah, dan aparat dalam menjaga stabilitas daerah.
“Di tengah tantangan dan dinamika krisis global saat ini, dibutuhkan ketangguhan, adaptasi, serta semangat yang tinggi dari seluruh tenaga kerja,” tegas Waris.
Penyunting: Robbi Lalat



