Pemprov Kaltim Wacanakan Pemindahan Pelabuhan PPU, Nenang dan Nipah-Nipah Diusulkan Jadi Lokasi Baru

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewacanakan pemindahan pelabuhan di wilayah Penajam Paser Utara (PPU). Rencana ini disebut sebagai upaya meningkatkan efisiensi distribusi logistik, khususnya menuju Balikpapan.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, wacana tersebut muncul setelah koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk pembahasan bersama Bupati PPU, Mudyat Noor.

“Saya sudah sampaikan, pelabuhan jangan di situ lagi. Kita geser agar aksesnya lebih baik,” ujarnya dalam agenda
Musrenbang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027, beberap awaktu lalu.

Menurut Rudy, lokasi pelabuhan yang ada saat ini dinilai belum optimal dalam mendukung arus distribusi barang, terutama kebutuhan pokok seperti ikan, beras, dan telur.

“Kalau dipindahkan, akses logistik untuk suplai pangan ke Balikpapan akan lebih cepat,” katanya.

Pemprov mengusulkan pemindahan pelabuhan ke kawasan Nenang dan Nipah-Nipah. Lokasi tersebut dinilai lebih dekat dengan Pelabuhan Semayang di Balikpapan.

“Jaraknya sekitar 3,8 kilometer atau kurang lebih 2 mil laut,” ungkapnya.

Selain memperpendek waktu tempuh, pemindahan ini juga disebut berpotensi menekan biaya distribusi dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Baca Juga:   Libatkan 10 Satuan Gabungan, TNI-Polri Siagakan Pengamanan Kunjungan Wapres ke IKN

Namun demikian, rencana tersebut masih sebatas wacana dan akan melalui kajian lanjutan. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis, lingkungan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Pemindahan pelabuhan juga berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pesisir yang saat ini bergantung pada keberadaan pelabuhan lama.

Sejauh ini, belum ada penjelasan rinci terkait skema relokasi maupun dampak sosial ekonomi yang mungkin timbul dari rencana tersebut.

“Agar kita bisa menikmati keindahan Balikpapan dengan refinery terbesar di Indonesia. Saya minta dipindahkan ke Nenang dan Nipah-Nipah, dekat rumah jabatan Pak Bupati. Termasuk juga akses logistik, seperti ikan, beras, dan telur untuk suplai ke Balikpapan,” jelas Rudy.

Pewarta: Hanafi
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.