Pemkab PPU Kucurkan Bantuan untuk 405 Warga Miskin dan Rentan Miskin 2026

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah kepada masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun BLT Dana Desa.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah PPU Tohar, unsur Forkopimda, jajaran Bankaltimtara Cabang Penajam, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab PPU.

Mudyat mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan mencegah munculnya kemiskinan ekstrem di daerah.

“Pemerintah Daerah terus berupaya menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” kata Mudyat.

Ia menjelaskan, program bantuan sosial telah dijalankan Pemkab PPU dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai skema, di antaranya BLT Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE), BLT Kemiskinan Daerah, bantuan permakanan bagi masyarakat terlantar, hingga bantuan alat bantu untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga:   Banjir di Sungai Parit Karena Saluran Mampet, BPBD PPU Koordinasikan ke Dinas PUPR untuk Pembenahan

Pada 2026, sebanyak 405 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditetapkan menerima BLT Kemiskinan Daerah. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp270 ribu per bulan yang disalurkan sekaligus untuk enam bulan pertama, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp1.620.000 per keluarga.

“Melalui bantuan ini diharapkan masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhan pokoknya dan lebih fokus meningkatkan taraf hidup sehingga dapat terhindar dari kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPU Ainie menjelaskan jumlah penerima bantuan ditetapkan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdasarkan wilayah, penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Penajam sebanyak 274 KPM, disusul Kecamatan Sepaku 54 KPM, Kecamatan Babulu 41 KPM, dan Kecamatan Waru 36 KPM.

Ainie menambahkan, sebanyak 191 penerima telah memiliki rekening Bankaltimtara, sedangkan 214 penerima lainnya dibuatkan rekening baru secara serentak melalui kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bankaltimtara di empat kecamatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten PPU menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 angka kemiskinan tercatat 6,97 persen atau 11.190 jiwa, turun menjadi 6,69 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 5,78 persen atau 9.340 jiwa pada 2025.

Baca Juga:   Tambang PT BPEP Terhenti, Warga Muara Jawa Ancam Aksi Lebih Besar

Menurutnya, semula terdapat 743 usulan calon penerima dari desa dan kelurahan se-Kabupaten PPU. Setelah dilakukan verifikasi, ditetapkan 407 KPM sebagai penerima bantuan.

“Namun setelah penetapan terdapat dua KPM meninggal dunia dengan KK tunggal, sehingga jumlah penerima yang disalurkan menjadi 405 KPM,” jelas Ainie.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.