spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab PPU Gandeng Bantuan Perusahaan Cegah Stunting Daerah

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU), menggandeng perusahaan memberikan bantuan berupa paket pangan pada warga kurang mampu. Sebagai upaya pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang asupan gizi di daerah berjuluk Benuo Taka itu.

“250 paket pangan disalurkan kepada warga kurang mampu agar dapat makanan bernutrisi,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam.

Bantuan paket pangan kepada warga kurang mampu diperlukan sebagai upaya jangka pendek pencegahan stunting. Lanjutnya, perusahaan memiliki peran untuk mendukung penanganan kekerdilan anak.

Sesuai Peraturan Menteri Sosial atau Permensos Nomor 13 Tahun 2012. Yakni dunia usaha berperan untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar wilayah kerja.

“Perusahaan harus bermitra dengan pemerintah untuk peningkatan ekonomi, ada regulasi yang mengatur dijelaskan dalam Permensos itu,” jelasnya.

Bantuan paket pangan yang disalurkan itu kerja sama pemerintah kabupaten dengan perusahaan, lanjut dia, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Paket makanan berisikan beras, minyak goreng, susu, gula dan satu kotak teh celup merupakan bantuan dari PT Indomarco Prismatama dan PT Nutrisia Indonesia.

Baca Juga:   Stok Beras PPU Dipastikan Aman Ramadan Ini

Bantuan dari perusahaan tersebut sebagai bentuk dukungan dalam pencegahan stunting. Sehingga bantuan paket pangan dapat menambah nutrisi dan gizi keluarga kurang mampu, dan tumbuh kembang anak yang maksimal dapat terpenuhi.

“Langkah penanganan dan pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak itu, menurut Makmur Marbun, dimulai dari deteksi dini dan edukasi masyarakat menyangkut stunting dan lingkungan agar menjadi bersih dan sehat,” kata Makmur.

Penanganan dan pencegahan stunting bukan dilakukan terhadap anak-anak yang sudah terlihat mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dilakukan sejak dini. “Langkah yang dilakukan dalam menekan dan menghilangkan kasus kekerdilan anak harus mulai dari persiapan menikah dan masa kehamilan,” tutupnya. (ADV/RM)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER