Penajam Paser Utara – Setelah menunggu hampir tiga tahun sejak kebakaran Pasar ITCI Kilometer 5 Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, sebanyak 21 warga terdampak akhirnya menerima rumah relokasi dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Penyerahan kunci rumah dilakukan secara simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor dalam rangkaian kegiatan Safari Jumat Pemerintah Kabupaten PPU di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Maridan, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mudyat mengatakan penyelesaian program relokasi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta tetap mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat.
“Harapan masyarakat tentu menjadi perhatian pemerintah. Namun kita juga harus bijaksana dalam menyikapi berbagai kondisi dan kemampuan daerah. Yang terpenting, persoalan yang sudah ada jangan sampai menimbulkan masalah baru,” kata Mudyat di hadapan warga.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat, termasuk menyediakan hunian yang layak bagi warga yang terdampak bencana.
Program relokasi tersebut dibangun di RT 6 Jalan Mariko (Maridan-Riko), Kelurahan Maridan. Sebanyak 21 unit rumah dikerjakan oleh CV Rafa Jaya Mandiri dengan pengawasan CV Borneo Raung Desain.
Selain bangunan rumah, kawasan relokasi juga dilengkapi fasilitas sanitasi berupa septic tank biogas sebagai bagian dari upaya mendukung kualitas lingkungan permukiman baru.
Kebakaran Pasar Maridan pada November 2022 lalu menghanguskan puluhan kios dan rumah warga yang berdiri di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI Kartika Utama.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten PPU kemudian merencanakan relokasi bagi warga terdampak sekaligus penataan kembali kawasan pasar ke lokasi yang lebih aman di wilayah Kelurahan Maridan.
Pembangunan rumah relokasi tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten PPU Tahun 2025 sebesar Rp6.962.590.000 dengan masa pekerjaan selama 150 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 25 Juni 2025.

Selain menyerahkan kunci rumah relokasi, dalam kegiatan Safari Jumat tersebut Bupati PPU juga menyerahkan bantuan hibah kepada Masjid Annur dan Masjid At-Taqwa. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan kotak infak dari Bank Kaltimtara Syariah kepada sejumlah masjid di Kecamatan Sepaku serta pembagian paket sembako dari BAZNAS PPU.
Sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat turut disampaikan kepada Bupati PPU dan jajaran pemerintah daerah dalam sesi dialog. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, para asisten, staf ahli bupati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.
Dalam dialog bersama masyarakat itu, Mudyat juga menyampaikan perkembangan pembangunan di Kecamatan Sepaku, terutama berkaitan dengan penataan wilayah setelah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga rencana penataan wilayah dan pemekaran kecamatan untuk memperkuat pelayanan publik.
“Ke depan kita akan terus melakukan penataan wilayah secara bertahap sesuai regulasi yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



