NUSANTARA – Peningkatan jalan kawasan pertahanan dan keamanan (Hankam) serta Jalan Lingkar Sepaku 4 di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipacu. Proyek sepanjang 10,65 kilometer ini menggunakan skema pendanaan APBN 2024–2026 dengan progres hingga pekan ke-50 tercatat 37,78 persen untuk kontrak tahun jamak (multi years contract), sementara kontrak tahunan (single year contract) mencapai 177,99 persen.
Sepanjang jalur tersebut dibangun 16 box culvert, tiga jembatan, serta multi utility tunnel (MUT) dengan tiga tipe. Rinciannya, tipe 1 sepanjang 6,85 kilometer, tipe 2 sepanjang 2,67 kilometer, dan tipe 3 sepanjang 4,18 kilometer. Berdasarkan papan proyek, sisa waktu pengerjaan adalah 252 hari dari total 600 hari kalender. Nilai kontrak mencapai Rp1,49 triliun, dengan pagu tahun 2025 sebesar Rp284 miliar.
Proyek ini melibatkan 695 pekerja, terdiri atas 70 tenaga lokal dan 625 pekerja luar daerah. Pelaksana proyek adalah KSO PT Wijaya Karya (Wika) Persero–PT Prima Maju Jaya (PMJ), sebagai kelanjutan pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan sisi timur. Target penyelesaian dijadwalkan pada 2026 mendatang.
Wika mendapat porsi kontrak Rp945 miliar, mencakup pembangunan jalan di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sepanjang 6,89 kilometer serta pembangunan MUT yang menampung pipa air, kabel listrik, hingga fiber optik. Adapun pembagian jalur sepanjang 10,65 kilometer terdiri dari segmen Hankam 6,89 kilometer, segmen Helipad 3,69 kilometer, dan segmen Damkar 2 sepanjang 0,07 kilometer.
Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito, menegaskan proyek ini dikerjakan dengan standar terbaik dan inovasi berkelanjutan demi mendukung percepatan pembangunan. “Proyek ini menunjukkan komitmen Wika untuk membangun infrastruktur yang tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga mendukung konektivitas di IKN,” ujarnya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut pembangunan di IKN melibatkan tiga lembaga utama, yakni Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Otorita IKN. Di kawasan jalan tersebut juga berdiri hunian vertikal TNI sebanyak empat tower dengan nilai anggaran Rp861 miliar yang dibangun oleh PKP.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian badan jalan telah rigid beton, sementara sebagian lain masih dalam tahap pematangan. Aktivitas pekerja proyek dan alat berat terlihat di sepanjang jalur pembangunan.
Pewarta: Riski Atmaja
Editor: Agus S



