NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres positif. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN) Sudiro Roi Santoso memastikan, pergerakan proyek di sektor Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berlangsung dinamis dan terkendali.
Terbaru, satu paket proyek senilai Rp7,2 triliun telah resmi ditandatangani. Nilai tersebut mencakup pembangunan delapan menara (tower) dan 109 rumah tapak. Dalam waktu dekat, akan menyusul tender baru untuk proyek KPBU berikutnya senilai Rp2,21 triliun, yang dijadwalkan dimulai pekan depan.
“Untuk investasi swasta murni, rencananya mulai bergerak tahun depan. Antara lain pembangunan hotel-hotel baru oleh Pakuwon Group, Vasanta Group, dan Jambuluwuk Group,” ujar Sudiro.
Ia menambahkan, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pekerjaan fisik proyek-proyek swasta tersebut akan mulai pada Maret 2026. Saat ini, pihak pengembang sedang menyelesaikan tahap pemagaran area dan pemasangan papan informasi sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono turut menegaskan bahwa ketiga investor besar itu sedang berada dalam tahap akhir penyusunan desain untuk memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Jadi Pakuwon, Vasanta, dan Jambuluwuk Group sekarang dalam tahap finalisasi desain untuk mendapatkan PBG-nya,” jelas Basuki.
Mantan Menteri PUPR itu juga memastikan bahwa pendanaan pembangunan IKN dalam kondisi aman. Ia menjelaskan, pendanaan bersumber dari tiga jalur utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), KPBU, dan investasi swasta murni.
Hingga Oktober 2025, total komitmen investasi di IKN telah mencapai Rp225,02 triliun, jauh melampaui alokasi APBN sebesar Rp48,8 triliun yang disetujui Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029.
“Skema pembiayaan campuran antara APBN sebagai penggerak awal dan modal swasta sebagai motor utama terbukti berjalan efektif,” ujar Basuki.
Dari total tersebut, investasi swasta murni berkontribusi Rp66,3 triliun atau 29,46 persen, dengan fokus pada proyek properti dan bangunan komersial (commercial building).
Sementara itu, porsi terbesar berasal dari skema KPBU, yakni Rp158,72 triliun atau 70,54 persen, yang meliputi pembangunan akses jalan, hunian, serta infrastruktur utilitas terpadu (Multi Utility Tunnel/MUT).
Dengan porsi pendanaan yang sehat dan komitmen investor yang kuat, IKN kini memasuki fase percepatan pembangunan sektor swasta, menandai babak baru kolaborasi investasi yang menjadi tulang punggung pembiayaan ibu kota masa depan Indonesia.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S



