Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa S1 untuk Warga Delineasi
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya membuka peluang beasiswa pendidikan bagi penduduk yang berdomisili di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program beasiswa ini dirancang untuk menyiapkan talenta sumber daya manusia lokal guna mendukung pembangunan klaster Superhub Ekonomi Nusantara.
Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara penuh hingga delapan semester serta Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Program ini menawarkan sejumlah pilihan program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di antaranya S1 Sosiologi, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Psikologi, S1 Ilmu Politik, S1 Ilmu Hubungan Internasional, S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi, dan S1 Studi Kehutanan.
Wilayah delineasi IKN sendiri mencakup sejumlah kecamatan di dua kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara serta Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Loa Kulu, dan Loa Janan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Saat ini, Otorita IKN bersama Universitas Brawijaya telah memasuki tahun kedua pelaksanaan program beasiswa pendidikan Sarjana (S1) bagi putra-putri yang berdomisili di wilayah IKN.

Pada tahun 2024, terdapat dua putra-putri dari keluarga petani di wilayah IKN yang berhasil lolos sebagai penerima beasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, tepatnya pada program studi Agroteknologi.
Kedua penerima beasiswa tersebut berasal dari Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Hingga saat ini, keduanya menunjukkan capaian akademik yang baik serta aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Melalui kolaborasi ini, program beasiswa diharapkan dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda di wilayah delineasi IKN sekaligus mendorong lahirnya talenta lokal yang kompeten dan berdaya saing.
Upaya penguatan sumber daya manusia ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden menegaskan bahwa kualitas pendidikan menjadi faktor penentu keberhasilan suatu bangsa.
“Memang pembangunan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di bangsa itu. Karena itu setiap negara yang berhasil harus investasi besar-besaran dalam bidang pendidikan, dan sesungguhnya elit politik bangsa Indonesia sudah mengambil keputusan politik untuk investasi besar-besaran di bidang pendidikan,” ujar Presiden.
Sementara itu, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan program beasiswa ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat di sekitar kawasan Nusantara memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
“Kita harus memastikan setiap masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Nusantara mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, tidak mungkin kita bisa mencapai kesejahteraan maupun kemajuan, apabila kita tidak memiliki pendidikan yang bermutu,” ujarnya.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir resmi yang telah disediakan oleh penyelenggara program. Calon peserta diminta mengisi data yang diperlukan serta melengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan.
s.id/FormulirPendaftaranBeasiswa
(Formulir beasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB)
bit.ly/Suratpendaftarandanpernyataanbeasiswa2026
(Formulir beasiswa Fakultas Pertanian UB)
Melalui program ini, Otorita IKN berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda lokal yang memiliki kapasitas akademik serta kepemimpinan untuk mendukung pembangunan kawasan Nusantara di masa depan.
Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat



