Penajam Paser Utara – Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Sektor Penajam periode 2026–2029 menjadi momentum memperkuat persatuan lintas paguyuban serta mendorong kolaborasi budaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kegiatan yang digelar di Pantai Bumi Taka, Kelurahan Sungai Parit, Sabtu (25/4/2026), diawali dengan ibadah Paskah dan dihadiri berbagai unsur organisasi, di antaranya IKAT kabupaten, Lembaga Adat Paser (LAP), serta Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK).
Dalam pelantikan tersebut, Henry Mangopo, S.Th., SH resmi dikukuhkan sebagai Ketua IKAT Sektor Penajam. Sejumlah tokoh menilai, pergantian kepengurusan ini harus menjadi momentum memperkuat peran IKAT sebagai pengikat sosial di tengah masyarakat multikultural di PPU.
Ketua IKAT Kabupaten PPU, Alexander, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah agar kontribusi IKAT dapat sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Sementara itu, perwakilan LAP, Yahya, mendorong kolaborasi lintas budaya antara masyarakat Toraja dan Paser. Ia bahkan mempersilakan pemanfaatan rumah adat Paser sebagai ruang bersama untuk kegiatan IKAT.
Ketua GEPAK PPU, Syahran, juga menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar kelompok masyarakat serta menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi, khususnya dalam bidang seni dan kebudayaan.
Dari internal organisasi, konsolidasi menjadi perhatian utama. Perwakilan sektor Lawe-Lawe, Waru, dan Babulu melalui Paulina Sandri menekankan pentingnya sinergi antar sektor agar IKAT tidak berjalan secara parsial.
Ketua IKAT Sektor Kenangan, Frederik Tambing, mengingatkan agar IKAT tetap berfungsi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, bukan menjadi alat kepentingan politik.
“Persatuan masyarakat Toraja di PPU harus tetap dijaga. IKAT hadir sebagai ruang kebersamaan, bukan kepentingan tertentu,” ujarnya.
Ketua terpilih IKAT Sektor Penajam, Henry Mangopo, menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan tersebut. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk memperkuat sinergi serta menjaga nama baik masyarakat Toraja di daerah.
Pelantikan ini mengusung semboyan “Misa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” yang bermakna pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan.
Melalui momentum ini, IKAT diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial, memperluas kolaborasi budaya, serta menjadi perekat masyarakat Toraja di tengah keberagaman di Kabupaten PPU.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



