PPU – Lapangan mini soccer di Kelurahan Petung, Penajam Paser Utara (PPU), segera dapat dimanfaatkan masyarakat dengan resmi. Pembangunan fisik fasilitas olahraga tersebut telah rampung dan kini tinggal kelanjutan dari proses serah terima resmi dari instansi teknis terkait.
“Terkait mini soccer di Kelurahan Petung, prosesnya sudah PHO, dan serah terima pekerjaan dari instansi pengampu. Jadi kami masih menunggu arahan selanjutnya, karena lahannya itu milik kelurahan,” ujar Lurah Petung, Achmad Fitriady.
Ia memastikan, setelah proses serah terima dilakukan, pengelolaan lapangan sepenuhnya berada di bawah kewenangan kelurahan. “Lapangan ini nantinya bisa diserahkan ke kelurahan. Artinya, pengelolaannya bisa juga ada di kelurahan,” jelasnya.
Untuk pengelolaan, pihak kelurahan telah menyiapkan skema yang melibatkan unsur masyarakat, yakni Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan Koperasi Merah Putih.
“Kami sudah menyampaikan beberapa skema kepada teman-teman, khususnya Karang Taruna, LPM, dan Koperasi Merah Putih, yang secara struktur nanti bisa memanajerialkan proses pengelolaan mini soccer tersebut,” katanya.

Keterlibatan koperasi, lanjutnya, berkaitan dengan ketentuan retribusi daerah. Berkaitan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi. Di sana ada retribusi yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Sementara LPM dan Karang Taruna tidak memiliki regulasi yang membenarkan mereka menarik retribusi. Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kita memanfaatkan hal itu,” terangnya.
Ia menambahkan, pengelolaan nantinya difokuskan pada operasional lapangan sekaligus pemberdayaan warga sekitar. Terkait waktu operasional, pihak kelurahan menargetkan lapangan dapat segera digunakan masyarakat dalam waktu dekat.
“Jadi, tiga unsur itu nanti kita pandu, lalu dipilih melalui musyawarah bersama. Mereka akan terlibat dalam pengelolaan kebersihan, keamanan, perawatan, dan sebagainya. Sistemnya juga akan kita rembukkan bersama, dengan harapan bisa memberdayakan masyarakat lokal, seperti jasa kebersihan dan keamanan,” ucapnya.
Dengan hadirnya fasilitas saran olahraga yang dibangun sekira Rp 2 miliar tersebut, pemerintah kelurahan berharap mini soccer Petung menjadi ruang aktivitas positif bagi pemuda sekaligus mendukung kegiatan olahraga masyarakat setempat.
“Mini soccer ini kami targetkan, setidaknya di Februari sudah bisa dinikmati untuk kemaslahatan masyarakat Petung dan sekitarnya. Karena memang banyak teman-teman yang sudah berharap lapangan ini bisa segera digunakan,” pungkasnya.
Pewarta: Robbi Lalat



