Menu MBG Ramadan di PPU Diprotes Orang Tua, Dinilai Tak Seimbang dengan Anggaran

PPU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) kembali menuai polemik. Sejumlah orang tua siswa memprotes menu MBG yang diberikan selama bulan Ramadan karena dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang mereka ketahui, yakni sebesar Rp15 ribu per porsi.

Keluhan mencuat setelah beberapa orang tua menyampaikan keberatan terhadap komposisi menu Ramadan yang dinilai terlalu sederhana. Mereka menilai menu yang diberikan tidak sebanding dengan besaran anggaran, baik dari sisi kuantitas maupun variasi asupan gizi.

“Kalau nilainya memang Rp15 ribu, harusnya menunya disesuaikan. Jangan terlalu jauh berbeda,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Sebagian orang tua bahkan mengusulkan agar selama Ramadan, menu MBG digantikan dengan uang tunai atau bentuk lain yang dinilai lebih relevan dan fleksibel bagi kebutuhan anak-anak yang berpuasa.

“Kalau memang tidak memungkinkan, lebih baik diganti saja dengan uang atau disesuaikan menunya. Anak-anak kan puasa,” tambahnya.

Sebagai bentuk protes, sejumlah orang tua juga menyerahkan dokumentasi berupa foto kepada awak media. Foto-foto tersebut memperlihatkan menu MBG Ramadan yang terdiri dari susu kotak dan roti dengan porsi yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang disebutkan.

Baca Juga:   Pasca Program Seragam Gratis Dievaluasi, Warga PPU Kesulitan Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak
Foto: Menu Program MBG selama Ramadan yang diterima siswa di PPU, berupa susu kotak dan roti, sebagaimana didokumentasikan orang tua siswa. (Dok/Orang Tua Siswa)

Menurut para orang tua, meskipun pihak penyelenggara menyebut menu tersebut telah memenuhi standar gizi, secara kasat mata menu yang diterima anak-anak dinilai belum mencerminkan pemenuhan gizi seimbang.

“Katanya nilai gizinya tidak kurang, tapi yang kami lihat hanya susu kecil dan roti. Wajar kalau orang tua mempertanyakan,” ujar orang tua lainnya.

Polemik ini menambah daftar persoalan pelaksanaan MBG di PPU, khususnya terkait transparansi perencanaan menu, penyesuaian program pada bulan Ramadan, serta komunikasi antara penyelenggara dan orang tua siswa.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar polemik tidak berlarut-larut, sekaligus memastikan tujuan utama MBG, yakni pemenuhan gizi dan kesehatan siswa, tetap tercapai tanpa menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua.

“Kami sangat berharap Pemerintah dapat memberikan keterangan, terkait menu selama bulan Ramadan ini, agar Kami Masyarakat paham akan kebutuhan Menu Bergizi ini untuk anak-anak Kami,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.