NUSANTARA – Pembangunan Masjid Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut. Hingga kuartal ketiga 2025, progres fasad masjid telah mencapai lebih dari 60 persen. Atap kubah kini semakin rapat menutup struktur utama dan menggunakan bahan galvalum. Pembangunan ditargetkan selesai pada November–Desember 2025, sehingga tahun depan dapat digunakan untuk Salat Idulfitri.
Peletakan batu pertama proyek ini dilakukan pada Januari 2024, di era Presiden Joko Widodo. Struktur masjid menggunakan rangka baja, sementara fasad terbuat dari Aluminium Solid Panel dan interior dilapisi gypsum back panel. Jalan menuju masjid juga sudah dibangun cor beton, berada di seberang Jalan Sumbu Kebangsaan Timur.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan pembangunan masjid akan rampung sesuai target.
“Awalnya kan untuk salat Idulfitri 2025 lalu. Ya. Tapi belum selesai. Kemudian ada revisi. Tahun 2026 insya Allah sudah bisa dipakai,” tuturnya kepada Media Kaltim, baru-baru ini.

Basuki menjelaskan, pembangunan masjid ini sempat terkendala karena adanya revisi kapasitas dari 20.000 menjadi 61.000 jemaah. Sehingga, penyelesaiannya mundur ke akhir 2025. Pengerjaan ini pun dikebut mengingat masjid ini merupakan produk Pembangunan IKN Tahap 1 (2022-2024).
“Dan sudah clear. Masjid, kan pekerjaan tahap 1, oleh PU, jadi sampai akhir tahun,” tegasnya.
Basuki menambahkan, kendala utama pembangunan meliputi kondisi cuaca di Sepaku yang sering hujan dan akses jalan menuju lokasi yang sempat menggunakan jalur lama hauling PT IHM menuju dermaga. Jalan baru rigid beton baru selesai Juli lalu, mempermudah mobilitas alat dan material.
Jalan itu merupakan tembusan bundaran Sumbu Barat. Maka akses dari dan ke proyek masjid, jadi lebih lancar.
“Jadi istilahnya window time -nya sangat terbatas, sehingga kita harus memanfaatkan waktu pekerjaan,” jelas Pak Bas—sapaan akrabnya.
Masjid Nusantara dirancang oleh seniman Nyoman Nuarta bersama Head of Studio 3 Alien Design Consultant, Prasetyo Condro Gumilar. Masjid ini memiliki kubah berbentuk pusara sorban, menara setinggi 99 meter, serta konsep bangunan hijau dengan lanskap yang menonjol.
Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R



