NUSANTARA – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menginisiasi pembentukan perpustakaan di Masjid Negara IKN sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Koordinasi awal dilakukan di sela rangkaian kegiatan Ngabuburead saat agenda Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Negara IKN, Sabtu (7/3/2026).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kemenag menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) serta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag Nur Rahmawati mengatakan rencana pendirian perpustakaan telah dibahas bersama Perpusnas melalui forum diskusi kelompok terarah sebagai tahap awal pendampingan teknis.
“Dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan sejumlah kebutuhan awal, termasuk rekomendasi furnitur perpustakaan, daftar judul buku yang relevan, serta dukungan penyediaan sekitar 1.000 mushaf Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan keagamaan di masjid,” tuturnya.
Nur menjelaskan bahwa tahap awal pendampingan dari Perpusnas dimulai dengan pembentukan tim pendamping yang akan mengawal proses pendirian perpustakaan. Tim nantinya akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan OIKN dalam menyiapkan berbagai aspek kelembagaan, koleksi, serta sarana prasarana perpustakaan.
Tahap berikutnya menunggu terbitnya surat keputusan pendirian perpustakaan beserta struktur pengelolaannya yang akan ditetapkan oleh OIKN dan Kementerian Agama sebagai dasar resmi pengembangan layanan perpustakaan.
Perpusnas juga akan melibatkan dinas perpustakaan daerah dalam proses pendampingan, mulai Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur serta dinas perpustakaan di Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Kutai Kartanegara.
“Kolaborasi ini penting agar pengembangan perpustakaan masjid tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem literasi yang lebih luas di daerah,” jelasnya. Saat ini ruang perpustakaan di Masjid Negara IKN telah disiapkan berikut sebagian furnitur awal mulai dilengkapi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK) Perpusnas RI, Nani Suryani, menegaskan Perpusnas siap memberikan pendampingan dalam proses pendirian perpustakaan Masjid Negara IKN mulai dari aspek kelembagaan, pengelolaan koleksi, hingga pengembangan layanan.
“Perpusnas mendukung penuh pengembangan perpustakaan di Masjid Negara IKN. Kami akan memberikan pendampingan mulai dari tahap awal pendirian hingga penguatan pengelolaan perpustakaan agar dapat menjadi ruang literasi yang bermanfaat bagi umat,” ujar Nani.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan elalui koleksi buku, mushaf Al-Qur’an, dan berbagai referensi keislaman nantinya, masyarakat dapat memanfaatkan masjid sebagai tempat memperkaya pengetahuan dan memperdalam pemahaman agama.
“Masjid Negara IKN diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran umat,” tutup Arsad.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



