PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah berupaya keras mengikis ketergantungan pada dana transfer pusat dengan memperkuat kemandirian fiskal. Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna membiayai pembangunan daerah yang kian berkembang sebagai mitra strategis IKN.
Pada APBD Tahun Anggaran 2026, Pemkab PPU menargetkan PAD PPU mencapai Rp228.211.158.361. Angka ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi struktur pendapatan daerah agar tidak lagi terlalu bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) yang fluktuatif.
Langkah ini diambil Mudyat setelah mencermati kondisi riil keuangan daerah yang tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam sidang paripurna baru-baru ini, realisasi pendapatan daerah PPU berada di angka Rp2,07 triliun (85,94%) dari target Rp2,41 triliun, dengan capaian PAD sebesar RpRp182.201.356.979 (79,84%).
Mudyat mengakui PPU masih menghadapi tekanan fiskal yang berat karena ketergantungan pada dana transfer pusat masih menyentuh angka 90 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya disiplin anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kebijakan anggaran kita arahkan pada sektor yang memiliki daya ungkit, seperti kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Kita harus disiplin fiskal namun tetap responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama Mudyat adalah sektor kepelabuhanan dan pemanfaatan aset daerah yang belum tersentuh maksimal. Proyek percepatan pembangunan Pelabuhan Nenang yang berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim diproyeksikan menjadi “mesin uang” baru bagi daerah.
“Kita punya potensi besar di sektor pelabuhan. Jika Pelabuhan Nenang ini terealisasi dan dikelola dengan profesional, potensi kontribusi PAD-nya bisa mencapai Rp170 miliar sendiri. Ini angka yang signifikan untuk mendongkrak postur APBD kita,” ungkapnya.
Selain sektor industri dan pelabuhan, Mudyat memberikan perhatian serius pada sektor pariwisata sebagai pendongkrak PAD. Ia meyakini bahwa dengan posisi PPU sebagai “halaman depan” IKN, kunjungan wisatawan akan meningkat pesat. Mudyat mendorong pengembangan Sport Tourism dan festival tahunan seperti Penajam Festival sebagai magnet bagi para pelancong.
“Pariwisata adalah salah satu sektor andalan yang perlu kita kembangkan bersama. Tujuan akhir orang berkunjung ke IKN pasti akan ke PPU. Karena itu, pariwisata bukan sekadar hiburan, tapi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi langsung pada PAD kita,” tegas Mudyat.
Mudyat juga menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk proaktif menggandeng sektor swasta melalui skema investasi, guna membenahi fasilitas di destinasi unggulan seperti Pantai Tanjung Jumlai dan Ekowisata Mangrove.
Instruksi Tegas Digitalisasi PajakMudyat juga telah memberikan instruksi khusus kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk melakukan intensifikasi pajak. Hal ini mencakup pendataan ulang objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel dan restoran, hingga menutup celah kebocoran pada retribusi parkir melalui digitalisasi.
“Saya sudah instruksikan Bapenda agar tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama. Gali semua potensi yang ada, optimalkan pajak dan retribusi daerah. Kita harus kreatif melihat peluang, apalagi dengan posisi kita sebagai mitra strategis IKN,” tegasnya.
Visi Jangka Panjang Rp500 MiliarMeskipun target 2026 dipatok di angka Rp210,9 miliar, Mudyat memiliki visi jangka panjang agar PAD PPU mampu menyentuh angka Rp500 miliar di masa depan. Menurutnya, kemandirian fiskal adalah harga mati agar pembangunan di “Gerbang Nusantara” bisa berjalan berkelanjutan tanpa hambatan keterlambatan transfer dana pusat.
Di tengah upaya peningkatan pendapatan tersebut, Mudyat kembali mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran. “Di tengah keterbatasan yang ada, efisiensi anggaran tetap jadi prioritas. Setiap rupiah yang keluar harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat PPU,” tutupnya.
Pewarta: Nur Robbi Syai’an



