Madura United Tertekan, Bisa Jadi Ancaman Serius

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda menatap serius laga tandang menghadapi Madura United dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026).

Meski lawan tengah terpuruk di zona degradasi, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, justru mengingatkan skuadnya untuk tidak lengah. Menurutnya, posisi Madura United di peringkat 16 dengan 20 poin bukan berarti pertandingan akan berjalan mudah.

“Mereka memang tidak menang dalam beberapa laga dan mengganti pelatih. Mereka tidak punya pilihan lain, pasti akan berusaha keras meraih tiga poin,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Lefundes menilai tekanan besar untuk keluar dari zona merah justru menjadi motivasi tambahan bagi tuan rumah. Apalagi, perubahan di kursi kepelatihan bisa memunculkan pendekatan taktik baru yang perlu diwaspadai.

“Kami harus sadar, mereka akan sangat sulit karena berjuang keluar dari posisi saat ini,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi potensi kejutan, tim pelatih Borneo FC telah melakukan analisis mendalam terhadap pola permainan lawan. Para pemain juga telah dibekali materi video serta strategi khusus guna meredam kekuatan Madura United.

Baca Juga:   Pembangunan Gardu Butuh Waktu Berbulan-bulan, Pasar Pagi Terancam Tertunda

“Benar, kami sudah memikirkan pertandingan melawan Madura United dan memberikan informasi mendalam kepada pemain mengenai skema lawan,” jelas Lefundes.

Borneo FC sendiri tetap menargetkan kemenangan demi menjaga posisi di papan atas klasemen. Namun di sisi lain, laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat ambisi besar Madura United untuk bangkit dari tren negatif dan keluar dari ancaman degradasi.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.