Lalu Lintas Trans Kalimantan di PPU Tunjukkan Tren Positif Seiring IKN, Polisi Petakan Titik Rawan

Penajam Paser Utara – Lonjakan aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberi dampak nyata pada arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan wilayah Penajam Paser Utara (PPU). Jalur utama penghubung menuju kawasan IKN itu kini kian padat, terutama dipenuhi truk logistik proyek dan kendaraan pribadi pada jam-jam sibuk.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres PPU, AKP Dedik Prasetyo, mengatakan peningkatan volume kendaraan di jalur strategis tersebut sejalan dengan intensitas mobilisasi material dan pekerja menuju IKN.

“Secara umum kondisi arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan cenderung padat, terutama di jam-jam sibuk. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas IKN yang terus meningkat, dengan kendaraan dominan truk logistik dan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Jalan Trans Kalimantan di PPU merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah wilayah sekaligus menjadi akses utama menuju kawasan IKN. Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan nasional, jalur ini mengalami tekanan signifikan dari sisi volume kendaraan maupun beban jalan.

Meski kepadatan meningkat, AKP Dedik menyebut kondisi lalu lintas hingga kini masih dalam kategori aman, lancar, dan terkendali berkat pengaturan serta pemantauan rutin oleh aparat kepolisian.

Baca Juga:   Kejagung Bongkar Dugaan Permainan Pengadaan di Badan Gizi Nasional

Namun, kepadatan tersebut tetap menyimpan potensi risiko, terutama pada ruas jalan dengan kontur menanjak, tikungan tajam, serta kawasan dengan arus campuran antara kendaraan berat dan kendaraan ringan.

Di tengah peningkatan volume kendaraan, Satlantas Polres PPU justru mencatat tren penurunan angka kecelakaan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 72 kasus kecelakaan, sementara pada 2025 turun menjadi 68 kasus.

“Secara statistik, angka kecelakaan lalu lintas dua tahun terakhir mengalami penurunan,” jelasnya.

Ia menilai tren ini sebagai indikator positif bahwa upaya pengendalian dan penegakan hukum mulai menunjukkan hasil, meski risiko tetap ada. Ia menambahkan, kecelakaan di jalur Trans Kalimantan PPU umumnya dipicu faktor jalan dan faktor manusia.

“Faktor manusia seperti kecepatan dan tidak mematuhi rambu lalu lintas masih menjadi penyebab utama kecelakaan, selain kondisi jalan,” tambahnya.

Satlantas Polres PPU juga telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur tersebut. Sepanjang 2025, konsentrasi kejadian tertinggi berada di Km 01 sampai Km 22, Jembatan Tunan, dengan total 23 kejadian.

Baca Juga:   Ketua KAHMI PPU Ingin Organisasi Tak Sekadar Seremonial

“Titik rawan terbanyak berada di Km 01 sampai Km 22, Jembatan Tunan, dengan total 23 kejadian,” ungkapnya.

Titik rawan berikutnya berada di jalur Simpang Riko hingga Semoi, Kecamatan Sepaku, dengan 16 kasus kecelakaan. Sisanya tersebar di jalur Waru hingga Babulu.

Terkait kendaraan proyek IKN, ia menyebut sepanjang 2025 terdapat dua kecelakaan yang melibatkan kendaraan logistik proyek. Kejadian itu terjadi di Jalan Negara Desa Argomulyo dan di Jalan Negara Km 17 RT 023 Desa Semoi Dua.

“Jumlahnya memang tidak banyak, namun tetap menjadi perhatian karena melibatkan kendaraan berat dengan risiko tinggi,” jelasnya.

Untuk menekan risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran arus, Satlantas Polres PPU rutin melakukan pengaturan lalu lintas di titik strategis dan rawan, meningkatkan patroli, serta menempatkan personel tambahan pada jam padat.

“Kami juga menambah personel dan patroli di jam padat, serta melakukan koordinasi dengan Balai Jalan dan Dinas Perhubungan untuk perbaikan infrastruktur,” terangnya.

Melihat tren peningkatan arus lalu lintas yang diperkirakan terus terjadi seiring pembangunan IKN, kepolisian mengusulkan perluasan jalan dan peningkatan kualitas infrastruktur sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga:   Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Pemkab PPU Minta Pengguna Transportasi Laut Waspada

“Perluasan jalan dan perbaikan infrastruktur sangat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Satlantas Polres PPU memastikan situasi saat ini masih terkendali, namun mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk tetap disiplin, mematuhi rambu, mengatur kecepatan, serta waspada saat melintas di jalur rawan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, risiko kecelakaan bisa ditekan,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.