Penajam Paser Utara – Koperasi PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengembangkan kawasan Taman Rozeline sebagai pusat ekonomi sekaligus ruang edukasi masyarakat. Tiga program utama disiapkan dan ditargetkan mulai diluncurkan pada 13 April 2026.
Ketua Koperasi PKK PPU, Sandry Ernamurti, mengatakan pengembangan Taman Rozeline saat ini masih dalam tahap perencanaan, namun sudah diperkuat dengan kerja sama bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) sebagai pengelola kawasan.
“Ini masih rencana, tapi perencanaan Taman Rozeline sudah ber-MoU dengan Perkim sebagai pengelola wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koperasi menginisiasi tiga program utama yang akan menjadi penggerak aktivitas di kawasan tersebut, yakni Buenmart, D’Best Cafe, dan Pojok Baca Literasi.
Program pertama adalah Buenmart, sebuah minimarket lokal yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pasar utama. Konsep ini berbeda dengan minimarket modern pada umumnya karena menyediakan fasilitas kredit kebutuhan pokok bagi ASN.
“Kalau minimarket seperti Indomaret atau Alfamart itu untuk umum. Buenmart ini pangsa pasarnya ASN/PNS. Mereka bisa belanja kebutuhan pokok dengan sistem kredit bulanan,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat umum tetap dapat berbelanja di Buenmart, namun tanpa fasilitas kredit. Sandry mengungkapkan, program Buenmart sebenarnya telah dipresentasikan secara resmi di hadapan Bupati dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, realisasinya sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran. Kini, melalui koperasi, program tersebut kembali diangkat agar dapat segera dijalankan.
“Karena kami ingin cepat berjalan, akhirnya kami angkat melalui koperasi TKK kabupaten. Harapannya bisa berkembang, tidak hanya di kabupaten tapi juga sampai ke kecamatan,” katanya.
Program kedua adalah D’Best Cafe, singkatan dari Dewi Berkarya Sejahtera Cafe. Nama tersebut diambil sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu Bupati.
Kafe ini mengusung konsep kitchen cafe dengan ukuran sekitar 3×5 meter dan akan berlokasi di kawasan Taman Rozeline. Target pengunjungnya adalah masyarakat umum, khususnya keluarga dan anak-anak yang berkunjung ke taman.
Menu yang disajikan meliputi kopi dan minuman segar, dengan keunggulan pada produk es krim yang akan dibuat sendiri sebagai ciri khas.
“Ciri khas kami ada di es krim. Karena taman ini untuk keluarga, jadi kami siapkan juga menu yang disukai anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, kafe juga direncanakan dilengkapi fasilitas karaoke sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang hiburan yang lebih lengkap bagi masyarakat.
Program ketiga adalah penguatan literasi melalui Pojok Baca yang akan diintegrasikan dengan program Bunda Literasi.
Dalam pelaksanaannya, koperasi telah menyusun agenda kegiatan bulanan yang melibatkan pelajar dari tingkat TK hingga SMP. Kegiatan ini akan dikolaborasikan dengan sejumlah instansi, seperti Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, Polres, Perkim, hingga BPBD.
“Setiap bulan kami rancang dua kegiatan besar yang sifatnya edukasi dan pengembangan keterampilan anak-anak,” kata Sandry.
Lebih jauh, kawasan Taman Rozeline juga akan diarahkan menjadi sarana edukasi berbasis pertanian melalui konsep Kampung Mandiri. Program ini bertujuan memperkuat fungsi taman tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
“Rozeline ini kita ingin jadi sarana edukasi yang adaptif, mengikuti perkembangan zaman, tapi tetap aman dan bermanfaat,” ujarnya.
Untuk tahap awal, seluruh program tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada 13 April 2026, bersamaan dengan peresmian oleh Bupati dan Ibu Bupati.
Pengembangan Taman Rozeline oleh Koperasi PKK PPU mencerminkan upaya integrasi antara penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas ruang publik. Dengan menggabungkan fungsi ekonomi, rekreasi, dan edukasi dalam satu kawasan, program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di daerah.
“Target kita 13 April launching. Buenmart sudah siap, rak-rak dan kebutuhan lainnya juga sudah siap,” pungkasnya.
Pewarta: Robbi Lalat





