Konsep Pelabuhan Baru PPU Mulai Dimatangkan, Dermaga Nenang–Nipah-Nipah Diproyeksi Jadi Pelabuhan Multifungsi Penyangga IKN

Penajam Paser Utara – Kawasan pesisir Nenang–Nipah-Nipah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai dilirik sebagai calon simpul logistik baru di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim kini mematangkan rencana pengembangan dermaga di wilayah tersebut menjadi pelabuhan multifungsi yang terintegrasi dengan aktivitas industri dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rencana itu mencuat dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kaltim 2027 dan turut diperkuat usulan Bupati PPU, Mudyat Noor, terkait pengembangan kawasan pesisir sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan konsep pelabuhan yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga melayani kebutuhan logistik kapal yang melintas di Teluk Balikpapan.

“Ke depannya, dermaga ini diproyeksikan akan melayani berbagai aktivitas. Mulai dari tempat sandar kapal untuk pengisian logistik air bersih, bahan bakar minyak, hingga berfungsi sebagai pelabuhan umum,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, keberadaan pelabuhan baru tersebut juga dipandang mampu membuka peluang ekonomi lain, termasuk sektor wisata pesisir dan jasa penunjang pelayaran.

Baca Juga:   Tiga Lokasi Penangkaran Buaya di Kutim Masuk Tahap Kajian

Foto: Kepala Dinas Perhubungan PPU, Agus Dahlan. (Deddy/MKNN)

Pemkab PPU saat ini mulai melakukan koordinasi dengan Dishub Kaltim untuk menyiapkan tahapan awal pembangunan, mulai dari penetapan lokasi hingga survei kelayakan kawasan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dishub provinsi mengenai konsep yang diinginkan Pak Gubernur Rudy Mas’ud. Langkah awal tentu penentuan lokasi dan survei kelayakan untuk melihat potensi pengembangannya,” katanya.

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan dermaga tersebut adalah kondisi perairan pesisir Nenang yang relatif dangkal dengan kedalaman rata-rata sekitar tujuh meter di bibir pantai.

Karena itu, Pemprov Kaltim mempertimbangkan pembangunan jembatan dermaga yang menjorok ke laut untuk mencapai titik perairan terdalam atau palung agar kapal-kapal besar dapat bersandar dengan aman.

“Diperkirakan perlu jembatan sekitar 500 sampai 650 meter dari bibir pantai untuk mencapai area terdalam,” jelas Agus.

Ia menyebut konsep tersebut mengacu pada model pelabuhan di Tarakan yang menggunakan dermaga panjang menuju area laut dalam.

Menurut Agus, pengalaman Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang memiliki latar belakang di sektor pelayaran juga menjadi pertimbangan dalam perencanaan teknis pembangunan pelabuhan tersebut.

Baca Juga:   Kedekatan Wilayah Belum Jadi Pertimbangan dalam Penerimaan Siswa Baru

Jika terealisasi, kawasan Nenang–Nipah-Nipah diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas logistik baru yang menopang lalu lintas kapal industri di Teluk Balikpapan sekaligus memperkuat posisi PPU sebagai daerah penyangga utama IKN.

“Apalagi pak gubernur memiliki latar belakang sebagai pengusaha kapal, tentu memahami teknis ini. Kita perlu mencari area terdalam atau palung agar kapal bisa bersandar dengan aman,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.