BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) setelah muncul sorotan terkait pegawai yang kedapatan bermain hingga melakukan siaran langsung di TikTok saat jam kerja.
Ia menyebut tindakan tersebut tidak mencerminkan perilaku ASN yang seharusnya memberi contoh bagi masyarakat. ASN, kata dia, merupakan representasi pemerintah daerah yang kinerjanya selalu berada dalam pantauan publik.
“ASN adalah wajah pemerintah. Ketika perilakunya tidak pantas, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai aktivitas yang dilakukan saat jam kerja, terlebih saat mengenakan seragam dinas, menunjukkan kelalaian terhadap tanggung jawab yang diemban.
Menurutnya, selain melanggar etika, tindakan tersebut turut mereduksi kepercayaan publik terhadap profesionalisme aparatur negara.
“Masyarakat menilai dari apa yang mereka lihat, dan ini jelas tidak pantas,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang telah ditempuh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau dalam menegur ASN yang bersangkutan.
“Tindakan tegas merupakan bagian dari penegakan disiplin agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh instansi untuk memperketat pengawasan internal. Pelanggaran etika penggunaan media sosial harus menjadi perhatian, terutama karena platform tersebut kini menjadi sarana konsumsi publik yang sangat mudah diakses.
“ASN itu panutan. Kalau jam kerja malah sibuk main TikTok, itu jelas mencoreng profesionalisme. Ke depan, hal ini harus dihentikan,” pungkasnya.
Penulis: (Srn)



