PPU – Di balik peluncuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Penajam Paser Utara (PPU), aspek pengawasan menjadi perhatian utama. Kapolres PPU AKBP Alek Andreas Danantara menegaskan, standar keamanan pangan dan sistem kontrol berlapis menjadi fondasi utama operasional dapur tersebut.
Dapur SPPG yang juga didukung Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat itu mulai mendistribusikan makanan kepada lebih dari 1.100 penerima manfaat dari TK Bhayangkari, SMP 21 Penajam, SMA 008 Penajam dan SD 038 Penajam yang berada di sekitar lokasi.
“Hari ini SPPG yang bertempat di Polres Penajam mulai mendistribusikan kepada lebih dari 1.100 anak. Kami pastikan seluruh prosesnya dalam pengawasan ketat,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan dimulai sejak tahap pengadaan bahan baku. Seluruh bahan disebut wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dalam proses produksi, tidak ada pelibatan pihak ketiga untuk pengolahan makanan.
“Produksi sepenuhnya dari dapur sendiri. Pihak ketiga hanya pada penyediaan bahan baku,” tegasnya.
Sebanyak 47 relawan yang bertugas merupakan masyarakat lokal Penajam dan telah mengantongi sertifikat penjamah makanan. Mereka dinyatakan lulus uji kompetensi sebelum dilibatkan dalam operasional dapur.
Untuk memastikan keamanan pangan, setiap makanan yang telah dimasak menjalani uji cepat oleh tim Dokkes sebelum didistribusikan. Selain itu, sampel makanan juga disimpan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
“Setelah masakan jadi, kami lakukan uji cepat empat parameter. Sebagian makanan juga kami simpan sebagai sampel untuk memastikan jika ada kejadian, bisa ditelusuri sumbernya,” jelas Alek.
Sistem pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari internal Polres hingga Yayasan Kemala Bhayangkari. Kapolres memastikan kontrol dilakukan secara rutin dan menyeluruh.
Di PPU, saat ini telah berjalan delapan unit SPPG dan beberapa lainnya disiapkan menyusul. Selama bulan Ramadan, distribusi tetap berlangsung dengan penyesuaian jadwal, termasuk pemberian makanan kering pada Jumat sore untuk kebutuhan Sabtu.
Dengan pengawasan berlapis tersebut, Alek berharap Dapur SPPG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan jaminan kualitas dan keamanan bagi para penerima manfaat.
“Kami pastikan seluruh relawan memiliki keterampilan dan telah melalui proses sertifikasi. Ini bagian dari komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



