Jembatan Ambrol di Sepaku Diganti Bailey, Akses Warga Semoga Jaya Kembali Normal

PPU – Akses jalan lingkungan di Dusun Semoga Jaya, Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, kembali normal setelah jembatan kayu yang sebelumnya ambrol digantikan dengan jembatan bailey sementara.

Ketua RT 25, Waras Rahmat Abdillah, mengatakan proses penanganan berlangsung sekitar enam hari hingga sepekan sejak kerusakan terjadi.

“Nah ahamdulillah sekitar 6 hari Atau 1 minggu kurang lebih kegiatan untuk pembangunan,” ungkap Ketua RT 25 Waras Rahmat Abdillah, Jumat (23/1/2026).

Sepekan kemarin, penanganan jembatan rusak tersebut dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dengan dukungan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Satu unit jembatan bailey didatangkan dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN setelah dilakukan koordinasi lintas instansi.

Sebelumnya, banjir besar yang melanda kawasan RT 24–RT 25 pada akhir pekan lalu menyebabkan kondisi jembatan kayu semakin parah. Kedeputian Sarana dan Prasarana OIKN bersama Kedeputian Sosial Budaya serta Pemberdayaan Masyarakat turun langsung ke lapangan untuk meninjau dampak banjir dan kerusakan infrastruktur.

Jembatan besi yang kini terpasang memiliki panjang sekitar 18 meter dengan lebar kurang lebih lima meter. Dalam proses pemasangannya, warga setempat turut terlibat aktif membantu pekerjaan di lapangan, mulai dari pengecoran jalan di ujung ramdor hingga penyediaan bantalan jembatan.

Baca Juga:   Pj Bupati PPU Ajak Masyarakat Bangun Ukhuwah Islamiah Jelang Pilkada 2024

“Bantalan jembatan ini juga dibantu sama masyarakat, motong-motong batang-batang kayu. Masyarakat antusias luar biasa, saking senangnya dibuatkan jembatan walaupun ini sementara,” terang Waras yang akrab disapa Sableng.

Ia menjelaskan, jalan yang terhubung oleh jembatan itu selama ini menjadi jalur utama pengangkutan hasil panen sawit dan komoditas lain, sekaligus akses anak-anak menuju sekolah.

“Kami sangat bergembira, kami akan merawat dengan baik, dan struktur bawahnya semoga awet,” harapnya.

Sementara itu, jembatan lama berbahan kayu ulin telah dibongkar. Sebagian materialnya dimanfaatkan kembali sebagai bantalan jembatan bailey, sementara sedimentasi timbunan di dasar dan tepi sungai dikeruk menggunakan ekskavator guna memperlancar aliran air.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.