IKN Siaga El Nino 2026, Sensor Karhutla Dipasang di Tujuh Kawasan

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau panjang atau El Niño 2026 yang diprediksi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan delineasi Nusantara.

Langkah antisipasi itu dibahas dalam Koordinasi Pemantapan Musim Kemarau 2026 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Kantor Otorita IKN, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan paparan BMKG April 2026, sebagian besar wilayah IKN diperkirakan mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dibanding rata-rata tahunan. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 milimeter.

Sejumlah wilayah seperti Sepaku, Samboja, Muara Jawa, hingga sekitar Mentawir disebut menjadi titik yang berpotensi mengalami peningkatan titik panas selama musim kemarau berlangsung.

Menghadapi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan berbagai strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, OIKN memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk masyarakat adat, terkait bahaya karhutla dan pentingnya menjaga kawasan hutan selama musim kemarau.

Baca Juga:   Bendung Babulu Resmi Beroperasi, 8 Ribu Rumah Tangga PPU Dapat Air Bersih

Selain itu, penyampaian informasi juga dilakukan melalui pendekatan keagamaan dan pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Foto: Personel gabungan mengikuti koordinasi kesiapsiagaan penanganan karhutla menghadapi musim kemarau 2026 di Kantor Otorita IKN, Rabu (13/5/2026). (Humas OIKN)

Sementara untuk kesiapsiagaan dan deteksi dini, OIKN mulai mengoptimalkan teknologi dengan memasang sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN. Sistem tersebut terhubung langsung dengan command center Otorita IKN untuk mempercepat respons ketika muncul potensi kebakaran.

Kesiapan pemadaman juga diperkuat melalui pos pemadam kebakaran yang tersebar di Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, Muara Jawa, hingga kawasan KIPP IKN.

Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, OIKN juga menggandeng masyarakat melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, dan desa tangguh bencana untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan langkah mitigasi dilakukan agar aktivitas masyarakat dan pembangunan di IKN tetap berjalan normal di tengah ancaman cuaca ekstrem.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujarnya.

Baca Juga:   Polsek Waru Mediasi Konflik Warga RT 008, Perselisihan Batas Tanah Berakhir Damai

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.