Hetifah Pastikan PIP Tepat Sasaran, Tak Boleh Ada Anak Berhenti Sekolah karena Ekonomi

PPU – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa dan negara wajib memastikan tidak ada anak Indonesia yang berhenti sekolah hanya karena kesulitan ekonomi. Hal itu disampaikan Hetifah saat melakukan kunjungan reses di wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Hetifah mendatangi rumah warga di RT 02 Kelurahan Sepaku yang menjadi penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi. Ia ingin memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan benar-benar membantu keluarga yang membutuhkan.

Kunjungan berlangsung penuh haru, terutama saat Hetifah berbincang dengan Ibu Jamilah, orang tua dari Novita, siswi SDN 023 Sepaku yang beberapa kali menerima bantuan PIP.

“Bantuan ini sangat membantu anak saya bisa tetap sekolah dan membeli perlengkapan yang diperlukan. Terima kasih banyak atas perhatian Ibu Hetifah,” tutur Jamilah dengan suara bergetar.

Dalam kesempatan itu, Hetifah juga menyerahkan secara simbolis buku tabungan kepada salah satu penerima baru PIP Aspirasi. Menurutnya, pemberian ini bukan semata soal nominal bantuan, melainkan tentang membuka harapan dan menjamin masa depan pendidikan anak-anak.

Baca Juga:   Buntut Aksi Penggembokan Pipa, Warga PPU Dilaporkan ke Polres
Hetifah Sjaifudian saat mengunjungi salah satu rumah penerima PIP di Sepaku. Foto: Luay

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang berhenti sekolah hanya karena kondisi ekonomi orang tuanya. PIP adalah bentuk kehadiran negara agar setiap anak memiliki kesempatan belajar yang sama,” tegas Hetifah, anggota DPR RI dari Dapil Kaltim itu.

Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses ini menjadi sarana bagi Hetifah untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang kini menjadi pusat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menekankan pentingnya para pemangku kebijakan untuk turun langsung ke lapangan dan mendengarkan suara rakyat.

“Semangat para orang tua di Sepaku untuk menyekolahkan anak-anak mereka sungguh luar biasa. Ini membuat kami semakin berkomitmen memperjuangkan tambahan kuota PIP di Kalimantan Timur setiap tahunnya,” ujarnya.

Hetifah berharap, dengan perluasan akses pendidikan berkualitas, anak-anak Indonesia, termasuk yang tinggal di Sepaku dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang akan memajukan bangsa di masa depan.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.